get app
inews
Aa Text
Read Next : Mendikti Saintek Hadiri Pleno MWA USU, Pastikan Rektor yang Akan Terpilih Sah dan Legitimate

Pra-Kepaniteraan Klinik FK USU, dr Imsyah Kupas Seni Berkomunikasi dengan Pasien

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:08 WIB
header img
Dokter Imsyah Satari, Sp.M(K), saat menyampaikan materi dalam Seminar Pra-Kepaniteraan Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) di Medan, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Istimewa).

MEDAN, iNewsMedan.id – Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) menggelar Seminar Pra-Kepaniteraan Klinik bagi Peserta Program Pendidikan dan Profesi Dokter (P3D), Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan dr. Imsyah Satari, Sp.M(K), sebagai pembicara utama dengan topik “Komunikasi Guna Meningkatkan Kepercayaan Pasien pada Dokter.”

Dalam paparannya, dr. Imsyah menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan medis tidak semata ditentukan oleh kemampuan klinis, tetapi juga oleh keterampilan komunikasi dokter dalam memahami karakter, bahasa tubuh, serta latar belakang pasien. Menurutnya, komunikasi yang efektif berperan penting dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi.

“Pasien datang bukan hanya membawa penyakit, tetapi juga kekhawatiran, prasangka, dan pengalaman sebelumnya. Dokter harus mampu membaca situasi tersebut sejak menit pertama pertemuan,” ujar dr. Imsyah.

Ia menjelaskan, komunikasi dokter-pasien sebaiknya dimulai dengan fokus pada keluhan utama pasien. Dari situ, dokter dapat mengarahkan pasien untuk memahami dan mengambil keputusan terkait tindakan medis yang akan dilakukan. Bahasa tubuh pasien, lanjutnya, juga menjadi aspek penting agar komunikasi berjalan tepat sasaran.

“Bahasa tubuh pasien perlu dipahami. Kita juga bisa membantu membangun kepercayaan diri pasien, terutama bagi mereka yang kurang nyaman berkomunikasi,” tambahnya.

Dalam seminar tersebut, dr. Imsyah turut memaparkan sejumlah contoh kasus miskomunikasi antara dokter dan pasien yang berpotensi berdampak pada kegagalan terapi. Melalui ilustrasi kasus klinis, peserta diajak memahami pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana, empatik, serta disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kondisi psikologis pasien.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut