Moda Rel Jadi Pilihan Utama: KAI Bandara Medan Sukses Layani 4,1 Juta Penumpang Selama 2025
MEDAN, iNewsMedan.id - Transportasi berbasis rel di Sumatera Utara mencatatkan sejarah baru. PT Railink (KAI Bandara) melaporkan lonjakan signifikan jumlah penumpang KA Srilelawangsa sepanjang tahun 2025 yang mencapai 4,1 juta orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan pesat sebesar 33,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 3 juta penumpang.
Kenaikan tajam ini mengukuhkan posisi KA Srilelawangsa sebagai moda transportasi publik andalan masyarakat, baik untuk mobilitas harian antara Medan dan Binjai, maupun akses cepat menuju Bandara Internasional Kualanamu.
Berdasarkan data operasional, pertumbuhan paling impresif terjadi pada relasi Medan - Kualanamu. Penumpang di rute ini melonjak tajam menjadi 1,5 juta orang pada tahun 2025, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 700 ribu penumpang.
Sementara itu, relasi Medan - Binjai - Kuala Bingai tetap menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan dengan total 2,5 juta penumpang, naik dari angka 2,3 juta pada periode tahun 2024.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengungkapkan bahwa capaian ini adalah bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan KAI Bandara.
"Pertumbuhan yang signifikan ini menunjukkan masyarakat semakin mempercayakan perjalanannya kepada transportasi publik berbasis rel. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Medan dan sekitarnya," ujar Porwanto, Kamis (15/1/2026).
Keberhasilan di tahun 2025 ini menjadi modal kuat bagi PT Railink untuk terus melakukan optimalisasi operasional di tahun 2026. Fokus utama ke depan adalah memperkuat integrasi KA Srilelawangsa dengan sistem transportasi perkotaan lainnya serta layanan kereta api jarak jauh.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem transportasi berkelanjutan di Sumatera Utara yang mampu mengurai kemacetan jalan raya dan mempercepat konektivitas antarwilayah.
Editor : Jafar Sembiring