get app
inews
Aa Text
Read Next : Lawan Penyakit Pascabencana, Pertamina Siapkan Air Bersih dan Medis di Aceh Tamiang

Bulog Kirim Stok Baru Lewat Pelabuhan Sibolga untuk Amankan Pasokan Usai Penjarahan

Minggu, 30 November 2025 | 08:32 WIB
header img
Bulog Kirim Stok Baru Lewat Pelabuhan Sibolga untuk Amankan Pasokan Usai Penjarahan. Foto: Tangkapan layar

MEDAN, iNewsMedan.id – Setelah Gudang Bulog Sarudik diserbu puluhan warga, Bulog Sumatera Utara memastikan suplai pangan untuk wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) tetap terjamin. Pengiriman pasokan baru tengah disiapkan dan akan masuk melalui Pelabuhan Sibolga dalam waktu dekat.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas. Menurutnya, Bulog akan segera mengganti stok yang hilang akibat aksi penjarahan tersebut.

"Masyarakat Sibolga-Tapanuli Tengah tidak perlu khawatir dengan kejadian ini. Kalau sudah terjadi, ya sudah, jadikan pelajaran. Yang jelas, Bulog akan pasok kembali dari wilayah luar melalui Pelabuhan Sibolga," ujar Budi, Sabtu, 29 November 2025.

Untuk mencegah insiden serupa, ia berharap pergerakan logistik nanti mendapat pengamanan penuh dari aparat.

"Tadi saya sudah telepon pak Pangdam, sudah komunikasi juga dengan pak Gubernur, pak Kapolda. Jadi nanti pada saat pengiriman kembali pengisian gudang itu nanti dikawal. Masyarakat tidak perlu khawatir, gudang Bulog nanti kami isi kembali," kata Budi.

Ia memastikan ketersediaan beras, minyak goreng, hingga gula aman hingga periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Pasokan juga diprioritaskan bagi pengungsi yang terdampak banjir dan longsor.

"Selama ini kan, gudang itu memiliki kapasitas 3.500 ton. Kalau sudah punya 3.500, kira-kira kebutuhan tiga bulan ke depan tercukupi. Nanti saya fokus untuk ngisi 3.500 ton. Jadi, bisa sampai awal Februari 2026 nanti," jelasnya.

Sebelumnya, Gudang Bulog Sarudik dijarah setelah massa berkumpul mendadak di depan pintu gudang. Mereka merobohkan pagar, merusak gembok, dan mengambil komoditas yang tersimpan di dalamnya. Situasi tak terkendali karena kebutuhan pangan warga meningkat drastis akibat bencana.

Peristiwa ini sebelumnya telah dikonfirmasi Budi, yang menyebut pihaknya memahami tekanan yang dialami masyarakat.

“Kami memahami bahwa masyarakat, sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa aparat sebenarnya berusaha membubarkan massa, namun upaya itu tak berhasil.

"Lalu, mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang. Aparat telah berupaya melakukan penghalauan namun massa tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan," tutur Budi.

Bulog Sibolga sebelumnya juga telah meminta bantuan personel tambahan dari TNI dan Polri untuk menangani situasi rawan tersebut.

"Seiring berkembangnya situasi dan meningkatnya potensi kerawanan, Pinca Bulog Sibolga telah meminta penambahan personel kepada Kodim dan Polresta Sibolga. Selain itu, koordinasi lanjutan dilakukan oleh Kantor Wilayah BULOG Sumatera Utara dengan Kodam dan Polda Sumatera Utara agar bantuan personel dapat tiba lebih cepat," jelasnya.

Meski kerugian belum dihitung secara pasti, Budi memastikan suplai baru segera masuk agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Perhitungan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dalam proses pendataan. Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat yang terdampak,” tutupnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut