get app
inews
Aa Text
Read Next : Penuhi Standar HAM, 1.899 Penumpang Rentan Gunakan Jalur Prioritas Imigrasi Medan

Imigrasi Medan Perkuat Perlindungan PMI lewat Lokalatih Fair Recruitment dan Responsif Gender

Jum'at, 28 November 2025 | 12:03 WIB
header img
Imigrasi Medan Perkuat Perlindungan PMI lewat Lokalatih Fair Recruitment dan Responsif Gender. Foto: Dok Imigrasi Medan

MEDAN, iNewsMedan.id - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Medan turut mendukung langkah strategis penguatan perlindungan pekerja migran Indonesia. Dukungan ini diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Lokakarya dan Pelatihan (Lokalatih) Peningkatan Kepatuhan Implementasi Fair Recruitment dan Pengawasan Penempatan serta Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang Responsif Gender di Tingkat Daerah.

Kegiatan ini berlangsung pada 17 – 19 November 2025 di AIHO Hotel Medan. Lokalatih diselenggarakan oleh BP3MI Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan ILO, Jaringan Buruh Migran (JBM), APINDO, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), sebagai bagian dari rangkaian program peningkatan tata kelola migrasi aman dan berkeadilan.

Lokalatih ini dihadiri oleh lebih dari 70 peserta secara luring dan puluhan peserta secara daring, melibatkan berbagai unsur pemerintah, lembaga internasional, P3MI, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan pekerja migran purna.

Sumatera Utara merupakan salah satu kantong besar PMI. Namun, tingginya minat migrasi berbanding lurus dengan risiko pelanggaran yang kerap terjadi sejak proses perekrutan, seperti informasi lowongan palsu, manipulasi dokumen, biaya berlebih, jeratan utang, serta penahanan paspor. Mayoritas PMI yang berasal dari sektor domestik dan manufaktur didominasi perempuan, sehingga rentan terhadap pelanggaran ini.

Sinthia D. Harkrisnowo, National Project Coordinator ILO Indonesia, menekankan pentingnya aspek gender dalam perlindungan.

“61–70% pekerja migran Indonesia adalah perempuan, sehingga perlindungan harus berbasis gender dan HAM,” ujarnya.

Sementara itu, Antonius Tampubolon, Ketua SEBUMI Deli Serdang, menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga.

“Pentingnya kerja sama lintas lembaga dan program seperti “Desa Migran Mas” sebagai solusi untuk mempercepat perlindungan,” tegasnya.

Sebagai perwakilan Imigrasi Medan, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Reny Elisabeth Munthe, menyampaikan peran kunci Imigrasi dalam rantai perlindungan.

“Imigrasi memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan setiap calon pekerja migran berangkat melalui mekanisme yang legal, aman, dan terlindungi. Melalui pemeriksaan paspor yang lebih cermat dan koordinasi lintas instansi, kami berupaya mencegah segala bentuk eksploitasi sejak dari titik awal. Imigrasi Medan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menciptakan migrasi yang aman dan berkeadilan," jelasnya.

Imigrasi Medan memainkan peran penting dalam pencegahan eksploitasi sejak tahap awal, yaitu melalui pemeriksaan permohonan paspor untuk mendeteksi indikasi perdagangan orang atau perekrutan ilegal. Keterlibatan Imigrasi dalam lokakarya ini menegaskan komitmen institusi untuk menjadi bagian dari ekosistem perlindungan PMI yang semakin kuat dan kolaboratif.

Penguatan utama dalam kegiatan ini mencakup reformasi tata kelola perekrutan yang adil dan berperspektif gender, penegakan hukum terhadap pelanggaran, serta pengawasan terpadu di tingkat provinsi, kabupaten, dan desa.

Melalui kegiatan ini, seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Utara menyatukan komitmen untuk memperkuat perlindungan pekerja migran sejak sebelum berangkat, memastikan proses perekrutan bebas dari eksploitasi dan jeratan utang, menjalankan pengawasan yang inklusif dan responsif gender, serta menciptakan migrasi yang aman, manusiawi, dan bermartabat.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut