get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempur Narkoba dari Internal, Wali Kota Medan dan Ratusan Pejabat Pemko Jalani Tes Urine

Ultimatum Wali Kota Medan: Pejabat Positif Narkoba Siap-Siap Dicopot!

Minggu, 04 Mei 2025 | 17:34 WIB
header img
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar tes urine mendadak bagi jajaran camat dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. (Foto: Istimewa)

MEDAN, INewsMedan.id - Sebuah gebrakan mengejutkan dilakukan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dengan menggelar tes urine mendadak bagi jajaran camat dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Langkah ini, yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil menjaring sejumlah pejabat yang diduga positif menggunakan narkotika.

"Ada empat orang, kami sudah tindaklanjuti. Cuma memang yang empat orang itu masih belum jelas statusnya, karena perlu pendataan ulang dan pengecekan ulang di laboratorium. Jadi kami mendorong cek ulang agar lebih jelas," ungkap Rico Waas kepada awak media pada Minggu (4/5/2025).

Wali Kota dengan tegas menyatakan bahwa sanksi berat menanti para camat dan lurah yang terbukti positif dan terindikasi sebagai pengguna aktif narkoba. Bahkan, Rico Waas mengultimatum akan mencopot jabatan mereka.

"Tapi jika ada indikasi lainnya akan segera kami review hasilnya secepatnya. Paling berat sanksinya adalah dicopot. Ya harus dicopot," tegasnya.

Meskipun enggan membeberkan identitas keempat pejabat tersebut, Rico Waas memberikan kode bahwa mereka terdiri dari camat dan lurah.

"Hah, ada camat ada lurah, nanti ya kita kasih tahu lagi. Gak bisa kita kerja begitu, harus ada sanksi yang berat. Itu sudah jadi komitmen kita untuk perangi narkoba bersama-sama," imbuhnya.

Tes urine ini dilaksanakan di halaman Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, setelah kegiatan senam pagi yang diikuti oleh 21 camat dan 151 lurah se-Kota Medan. Seluruh sampel urine yang terkumpul akan dianalisis lebih lanjut oleh BNN Provinsi Sumatera Utara, dan hasilnya akan dilaporkan langsung kepada Wali Kota.

Rico Waas menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud keseriusan Pemko Medan dalam memberantas narkoba, dimulai dari internal pemerintahan.

"Langkah bersama BNN bukti menunjukkan keseriusan Pemko Medan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan aman dari ancaman narkoba. Setelah kita melakukan olahraga pagi bersama kita lanjut dengan tes urine, ini merupakan semangat kita menggalakkan anti narkoba harus dari diri kita sendiri," katanya.

Lebih lanjut, Rico Waas menyampaikan bahwa kondisi diri yang prima sangat diperlukan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pencegahan terhadap bahaya narkoba menjadi salah satu langkah preventif yang penting.

"Ini juga sebagai bentuk kasih sayang Pemko Medan kepada jajaranya, karena kami tidak ingin melihat jajaran kami yang ada di kewilayahan sampai merusak diri bahkan merusak masa depan keluarga akibat narkoba," ujarnya.

Menanggapi langkah Wali Kota, Wakil Ketua DPRD Medan, Hadi Suhendra, memberikan apresiasi atas gebrakan tes urine mendadak tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya transparansi dalam pengumuman hasil tes kepada publik.

"Menyikapi tindakan tes urine yang dilakukan secara tiba-tiba kepada Camat dan Lurah kita apresiasi gebrakan yang dilakukan Walikota Medan. Tentu masyarakat berharap hasil dari tes urine itu disampaikan secara transparan ke publik," kata Hadi Suhendra.

Politisi dari Partai Golkar ini juga meminta agar tes urine tidak hanya menjadi kegiatan rutin tanpa kejelasan hasil. Ia bahkan mendorong agar tes urine serupa juga dilakukan kepada para Kepala Lingkungan (Kepling), mengingat peran mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Harus disanksi tegas. Jabatan sebagai Camat atau Lurah harus Dicopot kalau terbukti positif. Camat dan Lurah harus jadi contoh di tengah masyarakat," tegas Hadi Suhendra terkait sanksi bagi pejabat yang terbukti menggunakan narkoba.

Lebih lanjut, Hadi Suhendra menyerukan agar tes urine rutin dimaksimalkan hingga tingkat Kepling. Menurutnya, Kepling sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat juga harus bebas dari narkoba agar dapat bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan yang prima.

"Kita serukan agar rutin tes urine ke kepling, mereka itu diharapkan bebas dari narkoba agar dapat bekerja dengan baik, dan profesional," pungkasnya.

Langkah tegas Wali Kota Medan ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat memberikan efek jera serta menciptakan pemerintahan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Masyarakat kini menanti pengumuman resmi terkait hasil tes urine dan implementasi sanksi bagi para pejabat yang terbukti terlibat.

Editor : Chris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut