Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bolehkah Membatalkan Puasa Tarwiyah dan Arafah Tanpa Uzur? Begini Penjelasan MUI
Advertisement . Scroll to see content

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ini Hadits dan Niatnya

Rabu, 06 Juli 2022 | 19:16 WIB
  • author Rilo Pambudi
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ini Hadits dan Niatnya
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah (Foto: Duskbabe)

Berikut adalah lafal niat ketika siang hari:   

1. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)   

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى   

Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’ala.   

Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.   

2. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى   

Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.   

Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’ala.

Itulah bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah. Penting untuk dipahami bahwa membaca niat atau doa puasa 9 hari sebelum Idul Adha (termasuk Tarwiyah dan Arafah) boleh dilafalkan siang hari jika memang lupa dibaca pada malam harinya. Wallahu a’lam.

Dilansir iNews.id dari NU Jatim, Selasa (5/7/2022), orang yang memiliki utang puasa Ramadhan juga  boleh mengqadhanya bersamaan dengan puasa Dzulhijjah. Bahkan menurut Sayyid Bakri Syatha dengan mengutip fatwa Al-Barizi, meski diniatkan qadha, maka tetap mendapat puasa Dzulhijjah.

Misalnya saat bertepatan hari Arafah seseorang melakukan puasa dengan niat qadhanya saja, maka secara otomatis akan tetap memperoleh kesunahan puasa Arafah.

Editor: Odi Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut