Dapat 60 Telur Tiap Bulan, Begini Perkembangan 30 Anak di Asahan

Ismail
Penyaluran bantuan 1.800 butir telur kepada 30 anak penerima manfaat program Protein Cegah Stunting yang digelar Alfamidi di Kisaran, Kabupaten Asahan.

ASAHAN, iNewsMedan.id- Sebanyak 27 dari 30 anak di Kabupaten Asahan mengalami kenaikan berat badan setelah mengikuti program bantuan pangan bergizi selama lima bulan. Perkembangan ini menjadi catatan dari upaya pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting yang dilakukan secara berkelanjutan.

Hasil pemantauan pada tahap keempat menunjukkan 90 persen anak penerima manfaat mengalami kenaikan berat badan. Mereka merupakan 30 anak yang mendapat tambahan asupan protein berupa telur setiap bulan sejak Juni 2026.

Hingga penyaluran tahap kelima pada Jumat, 30 Oktober 2026, total bantuan yang diberikan telah mencapai 9.000 butir telur. Pada tahap tersebut, sebanyak 1.800 butir telur kembali dibagikan kepada 30 anak di Kisaran, Kabupaten Asahan.

Setiap anak menerima 60 butir telur per bulan selama program berlangsung. Bantuan ini ditujukan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan protein anak, terutama pada masa pertumbuhan.

Meski demikian, kenaikan berat badan belum bisa menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pencegahan stunting. Pertumbuhan anak juga perlu dilihat dari perkembangan tinggi badan dan indikator kesehatan lainnya melalui pemantauan berkala.

Branch Manager Alfamidi Cabang Medan, Robert Hary Andika, mengatakan perkembangan berat badan anak menjadi kabar positif dari pelaksanaan program tersebut.

“Kami bersyukur terdapat perkembangan positif berupa kenaikan berat badan dari anak-anak penerima manfaat. Kami berharap bantuan telur yang diberikan secara rutin dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan protein anak dan mendukung tumbuh kembang anak,” kata Robert.

Program yang dijalankan PT Midi Utama Indonesia Tbk melalui jaringan ritel Alfamidi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Kasi Penata Kependudukan DP2KBP3A Kabupaten Asahan, Erni Evi Siregar, menilai bantuan berkala dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dan dunia usaha dalam upaya pencegahan stunting.

Sementara itu, Lisa, salah satu keluarga penerima manfaat, mengaku terbantu dengan pemberian telur setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi anaknya.

Program yang telah berlangsung sejak Juni ini dijadwalkan memasuki tahap keenam pada November 2026. Pada tahap tersebut, pemantauan berat dan tinggi badan kembali dilakukan terhadap seluruh anak penerima manfaat. 

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network