Parlindungan menegaskan, keterlibatan Imigrasi Sumatera Utara merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan mobilitas lintas negara, khususnya di kawasan Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia.
“Sinergi ini sejalan dengan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melalui 15 Program Aksi, serta visi Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, yaitu Imigrasi untuk Rakyat. Imigrasi Sumatera Utara berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah penyelundupan orang maupun barang, meningkatkan pengawasan lintas negara, dan menjaga keamanan negara,” ujar Parlindungan.
Melalui sinergi berkelanjutan, Imigrasi Sumatera Utara berkomitmen terus mengawal pintu gerbang negara di wilayah barat Indonesia, serta mendukung upaya bersama dalam menjaga keamanan perbatasan dan menegakkan hukum keimigrasian.
Editor : Chris
Artikel Terkait
