Dari Hoaks hingga Pelestarian Hutan, 9 Penggerak Perubahan Berbagi Inspirasi di Medan

Ismail
Sofyan Tan bersama sembilan Fellow Ashoka dan peserta berfoto bersama usai Kuliah Umum dan Dialog Changemaker di Universitas ST Bhinneka, Medan, Senin, 19 Oktober 2026. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id – Mahasiswa tidak cukup hanya mengejar gelar dan kesuksesan pribadi. Mereka juga ditantang berani mencari solusi atas persoalan di sekitarnya, mulai dari penyebaran hoaks, ketimpangan pendidikan, pemberdayaan perempuan hingga kerusakan lingkungan.

Pesan itu mengemuka dalam Kuliah Umum dan Dialog Changemaker bertajuk Future of Leadership: Mengapa Setiap Mahasiswa Perlu Menjadi Changemaker di Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Jalan PDAM Tirtanadi, Medan Sunggal, Senin, 19 Oktober 2026.

Sebanyak sembilan Fellow Ashoka dari berbagai daerah di Indonesia berbagi pengalaman menggerakkan perubahan sosial di hadapan lebih dari 200 mahasiswa dan dosen. Mereka menunjukkan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari jabatan atau kekuasaan, tetapi bisa berangkat dari keberanian melihat masalah dan melakukan sesuatu untuk mengatasinya.

Pendiri Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) sekaligus Fellow Ashoka 1989, dr. Sofyan Tan, mengatakan perguruan tinggi perlu melahirkan generasi muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurut dia, keberhasilan kampus tidak cukup diukur dari kemegahan bangunan, tetapi juga dari kualitas lulusan dan solusi yang dihasilkan.

Ia menegaskan, Universitas ST Bhinneka dibangun dengan misi sosial, bukan semata-mata untuk mengomersialkan pendidikan. Dengan sembilan program studi yang berorientasi pada ketahanan pangan, sektor agraris, dan pendidikan inklusif, kampus tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

“Kita ingin menjadikan Universitas Satya Terra Bhinneka sebagai lembaga yang memproduksi solusi pangan dan pendidikan berkualitas. Negara kita adalah negara agraris. Sungguh miris jika sepanjang tahun kita masih harus mengimpor beras, sayur, dan buah-buahan,” ujar anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Sofyan menilai perubahan sosial membutuhkan generasi yang tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Mahasiswa, katanya, perlu mengembangkan potensi diri sekaligus menggunakan kemampuan tersebut untuk membawa manfaat bagi orang lain.

“Setiap orang lahir dengan potensi untuk berubah. Namun, perubahan sejati adalah perubahan yang memberikan manfaat dan dampak positif bagi orang lain di sekitarnya, masyarakat, bahkan dunia. Kami ingin melahirkan leader changemakers yang mampu membawa perubahan sosial yang dahsyat dalam sepuluh hingga tiga puluh tahun mendatang,” tegasnya.

Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara sekaligus pendiri Perkumpulan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Nani Zulminarni, mengatakan gerakan perubahan sosial tidak bisa hanya bergantung pada orang-orang yang selama ini dikenal sebagai penggerak perubahan.

Nani, yang merupakan Fellow Ashoka 2007, menjelaskan bahwa Ashoka didirikan Bill Drayton sekitar 45 tahun lalu. Organisasi tersebut berkembang dari inspirasi terhadap orang-orang yang bekerja menyelesaikan persoalan sosial dan kemanusiaan, hingga melahirkan konsep kewirausahaan sosial atau social entrepreneurship.

Saat ini, Ashoka memiliki sekitar 4.000 Fellow di 100 negara, termasuk 215 Fellow di Indonesia. Mereka dipilih berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain kebaruan gagasan, dampak sosial, potensi replikasi, dan integritas moral.

“Dunia semakin kompleks, tidak cukup hanya mengandalkan para Fellow Ashoka. Karena itu, Ashoka mencanangkan gerakan global Everyone a Changemaker agar setiap orang, termasuk mahasiswa, memiliki kemampuan menjadi pembuat perubahan di lingkungannya,” jelas Nani.

Sembilan Fellow Ashoka yang hadir membawa pengalaman dari bidang yang berbeda. Septiaji Nugroho, pendiri Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO) dan Fellow Ashoka 2022, menggerakkan masyarakat melawan hoaks dan disinformasi melalui literasi digital serta pemeriksaan fakta.

Di bidang ekonomi dan pemberdayaan perempuan, Dinny Jusuf melalui Toraja Melo membuka akses pasar bagi perempuan perajin tenun Toraja agar tradisi lokal dapat menjadi sumber penghidupan berkelanjutan. Ia merupakan Fellow Ashoka 2018.

Sementara itu, Sri Wahyaningsih, Fellow Ashoka 1991 sekaligus pendiri Sanggar Anak Alam (SALAM), mengembangkan pendidikan alternatif yang menempatkan anak sebagai subjek pembelajaran melalui pengalaman nyata, eksplorasi, dan pengembangan potensi diri.

Irfan Amali, pendiri Peace Generation dan Fellow Ashoka 2017, mengembangkan pendidikan perdamaian dengan pendekatan kreatif untuk menanamkan nilai toleransi, antikekerasan, dan penyelesaian konflik kepada generasi muda.

Adapun Dina Lumbantobing, pendiri PESADA dan Fellow Ashoka 1993, memperjuangkan hak perempuan serta pemberdayaan kelompok rentan terhadap diskriminasi, termasuk perempuan dari komunitas adat Pakpak.

Di bidang lingkungan, Panut Hadisiswoyo melalui Orangutan Information Centre (OIC) menggerakkan konservasi orangutan Sumatra lewat perlindungan habitat, restorasi hutan, dan pelibatan masyarakat. Ia merupakan Fellow Ashoka 2013.

Paris Sembiring, pendiri Bank Pohon dan Fellow Ashoka 2012, juga mengembangkan gerakan penghijauan dan penanaman pohon untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Beragam pengalaman tersebut menjadi bahan dialog bagi mahasiswa untuk memahami bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari berbagai persoalan di sekitar mereka. Tantangannya bukan hanya menemukan gagasan, tetapi juga memastikan gagasan itu memberikan dampak nyata dan bisa dikembangkan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Dewan Pembina YPSIM Felix Iskandar Harjatanaya, Ketua Yayasan YPSIM Finche Kosmanto, serta Rektor Universitas ST Bhinneka Bobby Christian Halim. Acara ditutup dengan dialog interaktif mengenai pengalaman, tantangan, dan peluang menciptakan perubahan di tengah masyarakat.

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network