Program Pemberdayaan Desa Kuala Tanjung Antar INALUM Raih Emas ISDA 2026

Jafar
PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) meraih dua penghargaan Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (19/10/2026). Foto: Dok. INALUM

Program dilakukan melalui pengelolaan dan pemilahan sampah berbasis masyarakat, penguatan kelembagaan bank sampah, serta peningkatan keterlibatan masyarakat dan sekolah sebagai nasabah. Oleh karena itu, selain membantu mengurangi sampah, program tersebut juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah.

Sementara itu, Gubuk Jamur Dani merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih. Sebelum mendapatkan bantuan dari PT INALUM, Gubuk Jamur Dani memiliki kapasitas produksi sebanyak 90 baglog per hari dengan hasil panen berkisar 3–8,5 kilogram per hari. Melalui intervensi berupa bantuan mesin steamer, kapasitas produksi meningkat menjadi 270 baglog per hari dengan hasil panen mencapai 7–22 kilogram per hari.

Program ini juga mencakup pendampingan untuk memperkuat proses budidaya dan mengembangkan usaha secara lebih produktif dan berkelanjutan. Saat ini, Gubuk Jamur Dani mempekerjakan lima orang dan mampu membukukan pendapatan kotor sebesar Rp8,6 juta per bulan dengan pendapatan bersih mencapai Rp3,609 juta per bulan. Melalui program ini, PT INALUM mendorong masyarakat agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Dua program tersebut menunjukkan pendekatan INALUM dalam menjalankan TJSL dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan. Melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan potensi lokal, INALUM terus mendorong agar program TJSL dapat memberikan manfaat yang lebih panjang, baik dalam aspek lingkungan maupun ekonomi.

Menurut Daniel, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri.

“Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan kegiatan yang produktif. Dengan begitu, manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network