MEDAN, iNewsMedan.id - Persoalan pengelolaan kontingen Kota Medan untuk Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII 2026 memicu keberatan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Medan. Organisasi tinju tersebut mengancam tidak memberangkatkan atlet apabila pengelolaan kontingen tetap dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan.
Di tengah persoalan itu, Pertina tetap menyiapkan 14 petinju untuk bertanding di 14 kelas dengan target tujuh medali emas. Ketua Pertina Medan, Adol Frian Rumaijuk, mengatakan persiapan dilakukan secara swadaya meskipun pihaknya belum memperoleh kepastian mengenai mekanisme keberangkatan.
Adol menilai pengelolaan kontingen semestinya melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan. Menurutnya, Porprovsu bukan hanya ajang untuk meraih prestasi, melainkan juga momentum mengukur hasil pembinaan olahraga di Kota Medan.
Dalam rapat persiapan Porprovsu bersama KONI Medan pada Kamis (8/10/2026), Adol mengingatkan bahwa Wali Kota Medan mengharapkan kontingen daerah tersebut meraih gelar juara umum. Karena itu, ia mempertanyakan perubahan mekanisme pengelolaan kontingen pada pelaksanaan Porprovsu tahun ini.
Keberatan Pertina berkaitan dengan anggaran Porprovsu dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026. Adol menyebut anggaran yang sebelumnya diajukan melalui KONI Medan kini ditempatkan di Dispora Medan. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi mengurangi peran KONI dalam mengoordinasikan cabang olahraga dan mendukung pembinaan atlet.
“Dengan begini seolah-olah KONI diambil alih fungsinya oleh Dispora. Kami dari cabor tinju Pertina Kota Medan menolak sistem ini karena ada yang disederai di sini, yaitu fungsi daripada KONI itu sendiri,” kata Adol.
Ia juga menyoroti dukungan dana pembinaan. Adol mengaku Pertina Medan tidak memperoleh dana pembinaan pada 2026 seperti yang diharapkan. Setelah berkoordinasi dengan KONI Medan, pihaknya mendapat penjelasan bahwa anggaran yang diajukan kepada Pemerintah Kota Medan melalui Dispora tidak sepenuhnya dikelola KONI.
Selain persoalan anggaran, Adol menyebut Pertina belum menerima surat resmi dari Dispora Medan mengenai persiapan kontingen maupun teknis keberangkatan atlet. Selama ini, koordinasi dengan cabang olahraga tinju dilakukan melalui KONI Medan.
Meski demikian, Pertina tetap mempersiapkan 14 atlet untuk mengikuti 14 kelas pertandingan. Selain membidik tujuh medali emas, organisasi tersebut berharap dapat meraih medali di kelas lainnya sekaligus menyumbang prestasi bagi kontingen Kota Medan.
Adol menegaskan, persiapan atlet tidak berarti Pertina menerima mekanisme pengelolaan yang berlaku. Jika persoalan tersebut tidak diselesaikan, pihaknya siap tidak memberangkatkan atlet ke Porprovsu XII yang dijadwalkan berlangsung pada 7–15 November 2026.
“Makanya kita minta, kalau memang ini tidak mau KONI Medan yang menyelenggarakan, maka Pertina Kota Medan tidak akan memberangkatkan atlet ke Porprovsu,” tegasnya.
Ketua KONI Medan, Aswindy Fachrizal, menjelaskan bahwa pihaknya tidak melepaskan tanggung jawab terhadap persiapan atlet. Ia mengatakan persoalan pengelolaan kontingen berkaitan dengan penempatan anggaran Porprovsu yang saat ini berada di Dispora Medan.
Menurut Aswindy, Porprovsu pada prinsipnya merupakan ajang KONI. Namun, setelah berkoordinasi dengan Dispora, ia memahami bahwa dinas tersebut akan mengelola kontingen karena anggarannya ditempatkan di sana. Kepala Dispora juga akan bertindak sebagai ketua kontingen Kota Medan.
“Sebenarnya kan Porprovsu ini ajang KONI. Tetapi kita sudah koordinasi dengan Dispora, anggaran Porprovsu itu sudah dititipkan di Dispora. Jadi bukan artinya kita dari KONI Kota Medan yang membawa kontingen. Pengurus kontingen di sana adalah Dispora,” ujar Aswindy.
Ia mengakui mekanisme tersebut menimbulkan keberatan dari sejumlah cabang olahraga yang menginginkan KONI Medan tetap mengelola kontingen. Aswindy mengaku telah berupaya mencari jalan tengah, tetapi sejumlah cabang olahraga tetap meminta agar anggaran disalurkan kepada KONI Medan karena Porprovsu merupakan ajang organisasi tersebut.
Aswindy mengingatkan agar perbedaan pandangan mengenai pengelolaan kontingen tidak merugikan atlet. Ia menyebut sekitar 435 atlet Kota Medan telah dipersiapkan sejak Januari untuk mengikuti Porprovsu XII 2026.
Menurutnya, para atlet yang telah menjalani persiapan panjang harus tetap memperoleh kesempatan bertanding. Karena itu, persoalan antara organisasi olahraga dan pemerintah daerah diharapkan tidak menghambat keikutsertaan mereka.
“Saya sudah berikan solusi. Kalau untuk atlet, kasihan atletnya. Ada 435 atlet. Kalau semisalnya karena ego kita atlet tidak bertanding, mereka sudah persiapan dari Januari sampai sekarang,” kata Aswindy.
Ia berharap persoalan pengelolaan kontingen dapat segera diselesaikan sehingga seluruh atlet Kota Medan tetap dapat berlaga. Aswindy juga menyampaikan bahwa Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung upaya kontingen untuk meraih gelar juara umum.
“Saya berpesan kepada cabor bahwa Wali Kota Medan sebenarnya mendukung kontingen Kota Medan untuk bisa juara umum di Porprovsu. Saya sampaikan juga kita hadiahkan juara umum ini untuk Wali Kota Medan karena beliau mendukung olahraga,” pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
