Menanggapi hal tersebut, Firsal merumuskan empat pekerjaan rumah (PR) utama yang harus segera dijawab bersama oleh seluruh pemangku kepentingan:
1. Produktivitas: Melalui peremajaan sawit rakyat yang kerap terkendala oleh persoalan bibit.
2. Keberlanjutan Pasar Global: Menuntut tanggung jawab ekonomi, di mana sertifikasi ISPO diharapkan tidak hanya menjadi mandat pasar melainkan benar-benar diaplikasikan untuk mendukung pembiayaan bagi petani dan masyarakat.
3. Pemerataan Hilirisasi: Menyentuh tingkat kabupaten dan kota dalam skala kecil agar nilai tambah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara luas.
4. Optimalisasi Akses Pasar: Melalui kegiatan business matching yang disandingkan langsung dengan pameran seperti Palmex.
"Bagi pelaku usaha yang ada, pemerintah, akademisi, petani, dan asosiasi di Sumatera Utara, serta para peserta dan delegasi, saya berharap Palmex tahun ini tidak berhenti pada pameran dan diskusi. Saya harapkan di tahun ini transaksi bisa meningkat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara lebih baik lagi," tutup Firsal penuh optimisme.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
