MEDAN, iNewsMedan.id- Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, mendorong pengembangan pertanian organik sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan manusia sekaligus kelestarian lingkungan.
Menurut Sofyan, pangan yang sehat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menentukan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan. Karena itu, pengembangan budidaya tanaman pangan berbasis organik perlu diperkuat melalui riset dan penerapan teknologi.
Hal itu disampaikan Sofyan dalam Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Pangan Berbasis Organik yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI di Auditorium Djonny Taslim, Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Medan, Senin, 21 September 2026.
Sofyan mengatakan, kelestarian bumi tidak hanya menyangkut kondisi lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia, flora dan fauna yang hidup di dalamnya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memastikan masyarakat memperoleh pangan yang sehat dan aman.
Ia juga menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan pengetahuan dan keahlian di bidang pertanian dan pangan. Penguatan riset di kampus diharapkan dapat melahirkan inovasi yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat tani.
"Seseorang yang tidak mendapat kecukupan pangan dapat mengalami kesulitan, bahkan ketidakstabilan sosial bisa dipicu oleh rasa lapar. Oleh karena itu, kita tidak boleh menjadi lembaga atau bangsa yang hanya memiliki nama besar tanpa praktik nyata. Kita harus fokus pada pengembangan pangan organik agar produktivitas dan kualitasnya meningkat," kata Sofyan.
Legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara 1 itu juga mencontohkan pendampingan terhadap petani kopi organik yang disebutnya telah berhasil menembus pasar internasional.
Dalam budidayanya, petani didorong mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang dapat memengaruhi kualitas unsur hara tanah.
Sofyan juga mengusulkan pengembangan pusat riset pertanian organik yang terintegrasi dengan pendidikan inklusif. Salah satu gagasannya adalah melibatkan Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam kegiatan pertanian yang terarah.
Menurut dia, konsep tersebut dapat membuka ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan autisme, untuk terlibat dalam aktivitas pertanian sekaligus memperoleh keterampilan.
Bukan hanya menghasilkan produk pertanian, konsep itu diharapkan memberi manfaat sosial dan membuka peluang pemberdayaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Bimbingan teknis tersebut menghadirkan Peneliti Ahli Madya BRIN Indarti Puji Lestari sebagai narasumber. Kegiatan turut dihadiri Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto, Lisnawati Ginting dan Pandapotan Tamba.
Melalui kegiatan tersebut, teknik budidaya tanaman pangan berbasis organik diperkenalkan kepada masyarakat sebagai salah satu upaya memperkuat kemandirian pangan di Sumatera Utara.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
