PHEV Mulai Menggoda Pasar Medan, Mobil Listrik Tanpa Cemas Kehabisan Daya

Ismail
DFSK E5 Plus dipamerkan di Centre Point Mall Medan dalam rangkaian Regional Launch, Selasa (25/8/2026). Foto: Ismail/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id- Perjalanan dari Medan ke Berastagi, Parapat hingga kawasan Danau Toba membuat kebutuhan mobil keluarga di Sumatera Utara tidak sekadar soal kenyamanan. Jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya juga menjadi pertimbangan sebelum konsumen beralih ke mobil listrik.

Celah inilah yang kini coba diisi kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Teknologi yang memadukan motor listrik dan mesin pembakaran tersebut mulai diperkenalkan lebih dekat kepada konsumen Medan, menawarkan efisiensi berkendara listrik untuk aktivitas harian sekaligus fleksibilitas saat digunakan bepergian jauh.

Salah satunya melalui DFSK E5 Plus yang hadir di Centre Point Mall Medan pada 25–30 Agustus 2026. Medan menjadi kota ketiga yang disambangi dalam rangkaian Regional Launch setelah Palembang dan Tangerang.

Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, melihat karakter pasar Medan cukup potensial untuk kendaraan jenis tersebut. Menurutnya, Medan merupakan salah satu pasar SUV terbesar di Sumatera, dengan kebutuhan kendaraan keluarga yang tidak hanya digunakan di dalam kota.

"Kita yakin Medan, apalagi Medan termasuk pasar SUV terbesar di Sumatera," kata Cing Hok saat ditemui di Medan, Selasa (25/8/2026).

DFSK menargetkan penjualan 30-50 unit E5 Plus selama enam hari pameran di Medan. Respons awal pun cukup cepat. Tiga unit disebut telah terjual pada hari pertama, meski unit kendaraan tersebut baru tiba di Medan sekitar sepekan sebelumnya.

"Kalau di acara event selama enam hari ini, kita targetkan 30 sampai 50 unit. Tadi sudah terjual tiga unit langsung," ujarnya.

Jalan Tengah Mobil Listrik

PHEV menawarkan karakter yang berbeda dibanding mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Untuk perjalanan sehari-hari, E5 Plus dapat mengandalkan tenaga listrik. Namun ketika perjalanan semakin jauh dan akses pengisian daya menjadi persoalan, mesin hybrid memberikan cadangan tenaga.

Persoalan infrastruktur inilah yang dinilai masih menjadi pertimbangan konsumen ketika hendak menggunakan mobil listrik untuk perjalanan luar kota.

Cing Hok mencontohkan perjalanan dari Medan menuju Danau Toba. Bagi pengguna BEV, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sepanjang perjalanan menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan.

"Pada saat keluar kota, misalnya ke Danau Toba, tidak ada charger juga. Jadi itu masalah," katanya.

Kondisi tersebut membuat PHEV diposisikan sebagai opsi bagi konsumen yang ingin merasakan sensasi berkendara listrik tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan SPKLU.

E5 Plus dibekali baterai berkapasitas 25,3 kWh. DFSK mengklaim kendaraan tersebut mampu menempuh jarak hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Efisiensinya juga menjadi bagian dari daya tarik. Dalam pengujian yang disampaikan perusahaan, konsumsi bahan bakar E5 Plus dapat mencapai sekitar 83 kilometer per liter untuk penggunaan kombinasi.

"Kalau jalan jauh juga tidak usah khawatir, tidak usah tergantung ke infrastruktur. Silakan bawa, bisa 1.400 kilometer," ujar Cing Hok.

PHEV Tak Lagi Identik Mobil Miliaran

Yang menarik dari strategi tersebut adalah harga. PHEV selama ini lebih banyak bermain di segmen kendaraan premium dengan banderol di atas Rp1 miliar.

E5 Plus mencoba masuk ke ceruk yang lebih rendah. Selama Regional Launch di Medan, kendaraan tersebut ditawarkan dengan harga khusus Rp495 juta.

Dengan posisi harga tersebut, DFSK ingin memperlebar pasar PHEV dari kendaraan premium menjadi pilihan yang lebih realistis bagi konsumen keluarga.

"Makanya kita lihat peluang PHEV itu, tapi bukan dengan harga di atas Rp1 miliar. Kita masuk dengan harga di bawah Rp500 juta," kata Cing Hok.

E5 Plus tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Hitam, Putih, Aurora Green dan Lunar Grey. Unit yang disiapkan untuk pasar Medan juga berstatus ready stock.

Medan Jadi Ujian Pasar

Dari sisi bisnis, Medan bukan sekadar kota persinggahan dalam ekspansi produk baru tersebut. DFSK menilai karakter mobilitas masyarakat Sumatera Utara yang menggabungkan aktivitas perkotaan dan perjalanan antarkota menjadi peluang bagi SUV PHEV.

Secara nasional, DFSK mengantongi 625 surat pemesanan kendaraan (SPK) E5 Plus selama GIIAS 2026. Booth perusahaan juga mencatat lebih dari 10.000 pengunjung.

Setelah Medan, ekspansi regional akan dilanjutkan ke sejumlah kota besar lain, termasuk Bali, Bekasi, Batam dan Surabaya.

Hingga akhir 2026, perusahaan membidik penjualan 1.000 unit E5 Plus secara nasional.

Untuk pasar Medan, dukungan purna jual disiapkan melalui dua showroom 3S yang menyediakan layanan penjualan, servis dan suku cadang, masing-masing di Jalan T Amir Hamzah dan Jalan Krakatau.

Owner DFSK Dealer Medan, Willy Chairuddin, mengatakan jaringan dealer di Medan telah dibangun sejak 2018 dan menjadi bagian dari upaya memperkuat penetrasi produk baru.

"Kemitraan yang telah terjalin selama hampir satu dekade menjadi fondasi penting bagi kami untuk terus tumbuh bersama di Medan," ujarnya.

Kehadiran E5 Plus akhirnya membawa satu pertanyaan menarik bagi pasar otomotif Medan: ketika konsumen mulai tertarik dengan efisiensi mobil listrik, tetapi masih membutuhkan keleluasaan untuk bepergian jauh, apakah PHEV bisa menjadi titik tengah yang paling masuk akal?

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network