STABAT, iNewsMedan.id – Upaya mendorong kemandirian ekonomi pesantren terus dilakukan. Salah satunya melalui pengembangan unit usaha laundry yang dinilai memiliki potensi pasar stabil karena didukung kebutuhan rutin di lingkungan pesantren.
Hal itu menjadi fokus kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar tim Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sumatera Utara (USU) di Pesantren Ulumul Quran Stabat, Kabupaten Langkat, Sabtu (18/7).
Ketua Tim Pengabdian LPPM USU, Dr. Hatta Ridho, mengatakan usaha laundry tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para santri.
"Usaha laundry di lingkungan pesantren memiliki peluang yang cukup besar karena kebutuhan pencucian pakaian berlangsung setiap hari. Namun, peluang itu hanya bisa berkembang apabila dikelola secara profesional, mulai dari pembagian tugas, standar operasional, pencatatan keuangan hingga pengendalian kualitas layanan," kata Hatta Ridho.
Menurutnya, pengelolaan yang baik akan membangun kepercayaan pelanggan sekaligus menciptakan usaha yang berkelanjutan.
"Keberlanjutan usaha laundry sangat ditentukan oleh tiga hal, yaitu manajemen yang tertib, pelayanan yang amanah, dan strategi pengembangan yang dilakukan secara bertahap. Kami berharap pengelola dan para santri mampu menerapkan materi yang diberikan sehingga unit laundry ini berkembang menjadi usaha yang sehat, mandiri, sekaligus menjadi laboratorium kewirausahaan bagi santri," ujarnya.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
