MEDAN, iNewsMedan.id - Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Rafriandi, mengapresiasi gerak cepat Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah dalam menormalisasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna mengurai antrean kendaraan yang sempat mengular di wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Meski kondisi kini berangsur membaik, Rafriandi mengingatkan bahwa konsistensi kelancaran pasokan energi ini dari hulu ke hilir harus terus dijaga secara ketat agar roda perekonomian masyarakat tidak terganggu.
Langkah Pertamina Patra Niaga yang secara terbuka mengumumkan target penyelesaian masalah distribusi dalam waktu dua hari dinilai sebagai bentuk transparansi yang baik. Selain itu, kebijakan Pemerintah Provinsi Sumut yang melibatkan TNI dan Polri untuk mengawal penyaluran di lapangan juga mendapat respons positif.
"Keterlibatan TNI dan Polri dalam membantu penyaluran BBM di SPBU menunjukkan langkah positif untuk menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam pengisian BBM," ujar Rafriandi, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, kepastian stok dan kelancaran distribusi sangat krusial. Sebab, ketika antrean panjang kembali terjadi di tengah kondisi ekonomi yang menantang, dampaknya akan menjalar ke berbagai sektor. Aktivitas perkantoran hingga jadwal pengiriman barang dipastikan akan terganggu.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
