Dari sisi produksi, hingga Juni 2026, PTPN IV PalmCo telah menghasilkan 1,29 juta ton CPO yang tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng nasional, tetapi juga untuk mendukung peningkatan kebutuhan bahan baku biodiesel B50.
Perusahaan menilai bahwa peningkatan produktivitas nasional menjadi kunci agar kebutuhan pangan dan energi dapat dipenuhi secara bersamaan.
Kontribusi PalmCo terhadap penguatan petani juga terlihat dari penyerapan TBS. Sepanjang 2025, perusahaan menyerap 3,26 juta ton TBS petani. Hingga Juni 2026, serapan telah mencapai 1,73 juta ton, dengan sekitar 30 persen bahan baku industri PalmCo berasal dari petani rakyat.
Selain itu, hingga Juni 2026, PalmCo telah membina 28.786 keluarga petani di lahan seluas 54.148 hektare.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa perusahaan menjadikan momentum implementasi B50 sebagai penggerak penguatan produktivitas sawit rakyat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI kepada PTPN IV PalmCo. Dukungan tersebut semakin memperkuat komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap peningkatan kebutuhan energi nasional juga menciptakan peningkatan kesejahteraan bagi petani,” ujarnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
