Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, Hendro Nugroho menjelaskan bahwa guncangan ini merupakan jenis gempabumi dangkal.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," jelas Hendro dalam keterangan resminya.
Laporan dari masyarakat menyebutkan bahwa guncangan dirasakan cukup nyata di dua wilayah utama yakni Kota Medan dan Deli Tua.
Intensitas gempa dilaporkan berada pada skala II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terpantau bergoyang. Hingga saat ini, pihak berwenang belum menerima laporan terkait kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 14:55 WIB, belum terdeteksi adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau warga agar tidak panik dan tetap tenang menjalankan aktivitas. "Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pungkas Hendro.
Editor : Chris
Artikel Terkait
