Sampah Dapur Bisa Jadi Uang, Ini Caranya

Ismail
Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menyerahkan cinderamata kepada narasumber dalam kegiatan Bimtek Pengelolaan Sampah Organik di Medan. (Foto: iNewsMedan.id).

MEDAN, iNewsMedan.id – Masih banyak warga yang menganggap sampah hanya sebagai limbah tak berguna. Namun dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sampah Organik yang digelar di BRIN di Medan, Rabu (1/4/2026), pandangan itu coba diubah.

Anggota Komisi X DPR, Sofyan Tan membuka kegiatan ini dengan menekankan bahwa sampah, terutama organik sebetulnya memiliki potensi ekonomi dan kesehatan yang besar.

“Banyak yang tidak tahu, sampah yang selama ini dianggap tak berguna bisa diolah menjadi produk bernilai, seperti kompos,” ujarnya di hadapan peserta. Ia menjelaskan bahwa sampah terbagi tiga: organik, anorganik, dan bahan berbahaya beracun (B3). Dari ketiganya, organik dinilai paling mudah diolah untuk manfaat jangka panjang.

Sofyan Tan menyoroti bahaya penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, baik untuk kesehatan manusia maupun kesuburan tanah. Ia mencontohkan kasus petani kopi di Takengon, Aceh, yang selama ini harus bergantung pada pupuk kimia dan pinjaman untuk produksi.

“Dengan pupuk organik, biaya produksi bisa ditekan, tanah tetap subur, dan hasil panen bisa dijual dengan harga lebih tinggi, bahkan ke pasar ekspor,” jelasnya.

Editor : Ismail

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network