Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI UNIFIL

Binti Mufarida
Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon yang gugur saat bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. (Instagram/farizalrmdn17)

JAKARTA, iNewsMedan.id - Prajurit TNI Praka Farizal Romadhon yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur akibat serangan Israel.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pun menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Farizal. Ia juga mengungkapkan bahwa selain satu korban meninggal, terdapat tiga prajurit lain yang mengalami luka-luka.

“Saya menyampaikan kepan duka dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya seorang prajurit kita atas nama Praka Parizal Ramadan yang bertugas sebagai kontingen UNIFIL di Lebanon. Beliau gugur, kemudian ada juga tiga rekan yang luka, satu luka berat saat ini masih koma, kemudian dua mengalami luka ringan. Kami selaku Menteri Luar Negeri dan mewakili pemerintah Republik Indonesia mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Sugiono kepada wartawan di sela-sela mendampingi kunjungan presiden di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Sugiono juga mengecam keras serangan Israel yang dinilai telah meluas hingga wilayah Lebanon Selatan. Ia menegaskan pentingnya langkah deeskalasi untuk meredakan ketegangan.

“Kemudian juga mengecam keras insiden ini dan juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan dan kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi dan juga kembali ke langkah-langkah atau meja-meja perundingan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiono menilai konflik yang terjadi di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak global yang signifikan. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengambil inisiatif untuk berperan sebagai mediator guna mendorong tercapainya gencatan senjata.

“Karena apa yang terjadi di wilayah tersebut dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan ini dampaknya dirasakan luar biasa besar dan Bapak Presiden juga telah menawarkan untuk menjadi mediator sehingga upaya-upaya yang mengarah kepada deeskalasi dan gencatan senjata itu bisa dilakukan,” kata dia.

Pemerintah Indonesia, lanjut Sugiono, juga telah menugaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi para prajurit serta mengurus proses pemulasaraan jenazah Praka Farizal.

“Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor prajurit-prajurit kita dan menyiapkan langkah-langkah pemulasaraan jenazahnya dan rencana hari Senin pagi waktu New York, kepala perwakilan Indonesia di New York, di PBB, akan bertemu dengan Under-Secretary-Generals UN yang mengurusi masalah peacekeeping task force untuk membicarakan masalah-masalah yang sifatnya pengembalian atau pemulasaraan jenazah prajurit kita,” ujarnya.

Selain itu, Sugiono mengatakan bahwa pemerintah Indonesia juga meminta UNIFIL untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab insiden tersebut. “Kemudian meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini,” pungkasnya.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network