Transaksi Meledak Saat Lebaran, Bank Siapkan Tameng Sistem Digital

Ismail
Transaksi Digital Diprediksi Meningkat Saat Lebaran, Perbankan Perkuat Sistem. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsMedan.id- Periode Idul Fitri kembali menjadi momentum lonjakan transaksi keuangan masyarakat, terutama pada kanal digital. Aktivitas seperti transfer dana, belanja, hingga pembayaran perjalanan diperkirakan meningkat tajam seiring mobilitas mudik.

Kondisi ini mendorong industri perbankan memperkuat kesiapan sistem, baik dari sisi kapasitas maupun keandalan layanan, untuk menghindari gangguan di tengah tingginya trafik pengguna.

Senior Executive Vice President Information Technology Bank Mandiri, Susilo Hardiyantono, menyebut tren kenaikan transaksi digital saat Lebaran sudah menjadi pola tahunan yang terus meningkat.

“Setiap Idul Fitri, beban transaksi naik signifikan. Karena itu, kami melakukan penyesuaian kapasitas agar sistem tetap stabil saat diakses secara bersamaan oleh jutaan pengguna,” ujar Susilo, Kamis, 19 Maret 2026.

Ia menjelaskan, penguatan tidak hanya difokuskan pada kapasitas server, tetapi juga pada respons sistem agar tetap cepat di tengah lonjakan aktivitas.

“Yang kami jaga bukan hanya sistemnya tetap hidup, tapi juga responsnya. Nasabah tetap harus merasakan transaksi yang cepat dan tanpa hambatan,” katanya.

Menurut Susilo, perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital membuat konsentrasi transaksi terjadi dalam waktu bersamaan, terutama pada momen puncak seperti menjelang dan setelah hari raya.

“Sekarang hampir semua kebutuhan finansial dilakukan lewat satu aplikasi. Ini yang membuat lonjakan transaksi menjadi sangat terpusat,” jelasnya.

Aplikasi Livin’ by Mandiri menjadi salah satu kanal utama transaksi nasabah, mulai dari transfer antarbank, pembayaran tagihan, pengisian dompet digital, hingga transaksi QRIS di berbagai merchant. Selain itu, fitur pembelian tiket perjalanan turut menopang kebutuhan selama musim mudik.

Kebutuhan top up uang elektronik juga diperkirakan meningkat, terutama untuk transaksi di jalan tol dan parkir yang menjadi bagian dari perjalanan mudik.

“Penggunaan e-money biasanya ikut naik saat arus mudik. Ini berkaitan langsung dengan kebutuhan mobilitas masyarakat,” kata Susilo.

Hingga Februari 2026, jumlah pengguna Livin’ by Mandiri tercatat mencapai 38,5 juta dengan total transaksi 784 juta dan nilai transaksi sebesar Rp802 triliun.

Susilo menilai, angka tersebut menunjukkan akselerasi adopsi layanan perbankan digital sekaligus kemampuan sistem dalam menangani transaksi berskala besar.

“Ini menunjukkan fondasi teknologi kami cukup kuat untuk mengelola volume transaksi yang terus tumbuh,” ujarnya.

Di sisi lain, momentum Lebaran juga dimanfaatkan perbankan untuk mendorong transaksi melalui berbagai insentif, seperti promo pembayaran digital dan kebutuhan perjalanan.

“Periode Ramadan hingga Lebaran selalu jadi momentum penting, baik dari sisi konsumsi maupun transaksi digital. Ini peluang, tapi juga tantangan untuk menjaga kualitas layanan,” pungkasnya.

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network