MEDAN, iNewsMedan.id - Dalam kehidupan sehari-hari, sering melihat seseorang yang tampak bergelimang harta, memiliki karier cemerlang, dan hidup penuh kemewahan, padahal ia jauh dari ketaatan kepada Allah SWT. Fenomena ini dalam Islam dikenal dengan istilah Istidraj.
Istidraj secara bahasa berasal dari kata daraja yang berarti naik satu tangga ke tangga berikutnya. Namun, dalam konteks akidah, Istidraj merupakan jebakan berupa kenikmatan duniawi yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang terus-menerus melakukan maksiat tanpa pernah merasa bersalah.
Mengutip berbagai sumber keislaman, Istidraj adalah bentuk "hukuman" atau jebakan Allah yang halus. Allah membiarkan seseorang lalai dalam kesenangannya, namun sebenarnya ia sedang digiring menuju kebinasaan. Hal ini sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur'an Surah Al-An'am ayat 44 yang artinya:
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
