MEDAN, iNewsMedan.id - Dalam Islam, kiamat bukan sekadar kehancuran semesta, tapi merupakan gerbang keadilan. Saat Hari Kiamat adalah saat di mana semua kehidupan manusia dikalibrasi ulang oleh Allah Ta'ala secara sempurna.
Lantas apa yang harus dilakukan agar saat Hari Kiamat mendapat naungan. Salah satu caranya dengan berusaha menghadirkan saksi-saksi kebaikkan. Lantas bagaimana caranya?
Allah Ta’ala berfiman (yang artinya),
“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya..” (Qs 99/4-5)
Al Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah berkata,
إنَّ في دوام الذِّكر في الطريق ، والبيت ، والحضر ، والسفر ، والبقاع :
تكثيرًا لشهود العبد يوم القيامة ؛ فإنَّ البقعة والدار ، والجبل والأرض : تشهد للذاكر يوم القيامة ” يومئذ تحدث أخبارها “
Sesungguhnya dalam keterbiasaan seseorang berdzikir di jalan, di rumah, di saat mukim dan safar adalah upaya untuk memperbanyak saksi bagi seorang hamba di Hari Kiamat kelak.
Asy Syaikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafizhohullah berkata,
Hari itu pada hari kiamat.. bumi mengabarkan tentang segala apa yang terjadi di atas muka bumi. Di sini kita mengetahui bahwa bumi menjadi saksi atas apa yang terjadi di atasnya dari perbuatan manusia, dari ucapan-ucapan yang mereka lakukan.. dan ini adalah persaksian dari bumi terhadap apa yang dikerjakan oleh manusia dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Tafsir Qs Az Zalzalah)
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
