Menurut penjelasan Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari, puasa disebut perisai karena ia menjaga seseorang dari dorongan hawa nafsu.
Jadi bukan cuma nahan lapar, tapi juga nahan keinginan yang berlebihan.
Kalau scroll makanan bikin:
Gelisah seharian
Ibadah jadi nggak fokus
Emosi naik karena laper
Secara hukum memang nggak batal. Tapi secara kualitas? Bisa turun.
Hukum Bisa Berubah Tergantung Dampaknya
Dalam kaidah fikih dikenal prinsip bahwa sarana mengikuti hukum tujuan.
Ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi menegaskan bahwa puasa itu latihan pengendalian diri, bukan cuma diet spiritual.
Maka status scroll makanan bisa beda-beda:
• Kalau biasa saja → mubah (boleh)
• Kalau bikin makin lapar dan nggak produktif → makruh
• Kalau sampai sengaja batal karena nggak tahan → berdosa
Jadi yang diuji bukan cuma perut, tapi kontrol diri.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
