Temui Raja Juli, Illiza Sa’aduddin Djamal Beri Sinyal Pindah Haluan?

Jafar Sembiring
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat bersilaturahmi ke kediaman pribadi Menteri Kehutanan sekaligus Sekjen DPP PSI, Raja Juli Antoni. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsMedan.id - Sebuah pertemuan di kediaman pribadi Menteri Kehutanan RI sekaligus Sekjen DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, tengah memicu spekulasi panas di panggung politik Aceh. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, terlihat memenuhi undangan tersebut pada Kamis (19/2/2026).

Meski secara formal Illiza menyebutnya sebagai "diskusi santai" untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah, banyak pihak meyakini ada agenda politik besar di balik jamuan kopi di ruang privat tersebut.

Posisi Raja Juli Antoni sebagai Sekjen DPP PSI membuat pertemuan ini mustahil dipandang sebagai agenda kementerian biasa. Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa PSI tengah berupaya menggaet figur elektoral kuat untuk memperkuat basis mereka di Bumi Serambi Mekkah.

Illiza, dengan rekam jejak panjang di legislatif maupun eksekutif, dinilai sebagai sosok strategis yang mampu menjadi "pintu masuk" bagi PSI untuk menembus dominasi partai lokal dan partai besar lainnya di Aceh.

Pertemuan ini menjadi semakin menarik karena terjadi di tengah isu dinamika internal Partai Demokrat Aceh yang belum sepenuhnya stabil. Langkah Illiza yang membuka kanal komunikasi dengan PSI dianggap sebagai manuver antisipatif atau langkah taktis untuk menjaga daya tawar politiknya di masa depan.

"Alhamdulillah saya berkesempatan bersilaturahmi memenuhi undangan Bapak Raja Juli Antoni di kediaman beliau. Semoga sinergi dan kolaborasi yang baik ini dapat terus terjalin," tulis Illiza dalam unggahan media sosialnya.

Jika benar ada tawaran posisi strategis di PSI Aceh, Illiza dihadapkan pada kalkulasi yang rumit. Mengingat karakter pemilih Aceh yang memiliki basis ideologis dan historis kuat, beralih ke partai dengan corak seperti PSI tentu membawa risiko resistensi sekaligus peluang dukungan dari segmen pemilih baru.

Di sisi lain, bagi PSI, mendapatkan figur sekelas Illiza adalah kemenangan taktis. PSI membutuhkan "wajah" yang sudah dikenal luas dan memiliki akar sosial kuat untuk bisa relevan di tengah kekhasan regulasi dan budaya politik Aceh.

Kini publik menanti, apakah foto kebersamaan tersebut hanya sekadar silaturahmi antarpejabat, atau merupakan awal dari konfigurasi politik baru yang akan mengubah peta persaingan di Aceh menuju pemilu mendatang.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network