JAKARTA, iNewsMedan.id - Tradisi belanja masyarakat menjelang dan selama bulan suci Ramadan kembali menggerakkan roda ekonomi digital di Indonesia. Memasuki Ramadan 2026, sektor logistik nasional bersiap menghadapi lonjakan volume pengiriman paket yang diprediksi akan meningkat signifikan, melanjutkan tren positif dari tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data historis pada Ramadan tahun lalu, volume pengiriman paket nasional tercatat mengalami kenaikan lebih dari 40 persen dibandingkan bulan-bulan biasa. Tingginya minat masyarakat dalam berbelanja kebutuhan Ramadan secara daring menjadi faktor utama yang mendorong permintaan layanan kurir.
Pihak penyedia jasa logistik mengungkapkan bahwa preferensi masyarakat untuk berbelanja online tetap kokoh. Hal ini menuntut kesiapan operasional yang ekstra agar distribusi barang ke tangan konsumen tetap aman dan tepat waktu, meski di tengah tantangan lonjakan paket yang masif serta potensi cuaca ekstrem.
Guna menjaga kelancaran distribusi barang selama periode sibuk ini, sejumlah strategi operasional mulai diterapkan di berbagai lini logistik:
- Peningkatan Kapasitas SDM: Penambahan tenaga kerja musiman (seasonal worker) dan penerapan sistem shift malam dilakukan untuk memastikan proses sortir di gudang pusat tetap berjalan 24 jam.
- Akselerasi Transportasi: Frekuensi keberangkatan armada angkutan, mulai dari truk hingga pesawat, ditingkatkan guna menghindari penumpukan barang di gudang transit.
- Pemanfaatan Teknologi: Penggunaan sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memantau alur paket secara real-time guna mengantisipasi hambatan akibat cuaca atau kendala lapangan lainnya.
- Layanan Tanpa Libur: Memastikan titik-titik layanan pengiriman tetap beroperasi setiap hari selama Ramadan untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengirimkan paket lebaran bagi keluarga.
Data survei konsumen menunjukkan bahwa sekitar 70 persen masyarakat cenderung meningkatkan pengeluaran mereka selama bulan Ramadan. Produk fesyen diprediksi tetap menjadi kategori barang yang paling banyak dikirimkan, di mana hasil survei menyebutkan 78 persen responden berencana membeli pakaian baru untuk menyambut hari raya.
Optimisme peningkatan volume pengiriman tahun ini diperkirakan akan melampaui rata-rata harian nasional. Untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang tinggi, berbagai penyedia jasa logistik juga menawarkan berbagai program potongan harga ongkos kirim yang berlaku selama periode pertengahan Februari hingga akhir Maret 2026.
Melalui persiapan yang matang, industri logistik berharap dapat memenuhi ekspektasi pelanggan dalam mengirimkan bingkisan maupun kebutuhan Ramadan dengan andal dan efisien.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
