Pendidikan Toleransi di YPSIM Dinilai Tidak Mudah, Tapi Diperlukan

Ismail
Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh TK, SD, SMP, dan SMA YPSIM Medan, Minggu, 25 Januari 2026, di halaman Universitas Satya Terra Bhinneka, Jalan Kolonel TB Simatupang, Medan. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id– Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) Medan kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga berhasil membentuk karakter peserta didik agar mampu hidup berdampingan, tumbuh, dan kuat bersama dalam keberagaman.

Hal tersebut mengemuka dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh TK, SD, SMP, dan SMA YPSIM Medan, Minggu, 25 Januari 2026, di halaman Universitas Satya Terra Bhinneka, Jalan Kolonel TB Simatupang, Medan. Kegiatan ini menghadirkan Ustad Prof Dr H Azhari Akmal Tarigan, M.Ag sebagai penceramah.

Mengawali ceramahnya, Ustad Azhari mengapresiasi pelaksanaan peringatan Isra Mikraj yang dinilainya tertata rapi, khidmat, dan sarat makna. Seluruh rangkaian acara, mulai dari lantunan puja-puji kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW hingga susunan kegiatan, disebutnya mengandung pesan spiritual yang mendalam.

“Acara ini tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan nilai-nilai keislaman yang menguatkan iman dan akhlak. Ini menunjukkan kesungguhan yayasan dalam membangun karakter peserta didik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Azhari juga menyoroti sosok Pembina Yayasan Sultan Iskandar Muda, dr Sofyan Tan, yang menurutnya merupakan teladan kepemimpinan dengan nilai rahmatan lil alamin. Ia menilai pengabdian dr Sofyan Tan selama puluhan tahun telah memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan dan kehidupan sosial.

“Tanpa membedakan latar belakang pendidikan, suku, ras, maupun agama, sekitar 7.000 anak asuh telah dibina. Ini adalah pengabdian yang luar biasa dan sangat menginspirasi,”katanya.

Ustad Azhari menambahkan, pesan yang disampaikan dr Sofyan Tan dalam sambutan sebelum ceramah sangat sejalan dengan makna Isra Mikraj, khususnya mengenai kewajiban solat. Menurutnya, solat tidak hanya membentuk hubungan spiritual dengan Allah SWT, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, kebersihan, ketenangan jiwa, serta kebijaksanaan dalam bertindak.

Pengakuan atas kualitas pendidikan karakter di YPSIM juga disampaikan Ustad Azhari berdasarkan pengalamannya saat berkunjung bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan. Ia mengaku terkesan setelah berdialog langsung dengan siswa tingkat SMP dan SMA.

“Saya mewawancarai beberapa siswa, dan mereka sangat memahami moderasi beragama, kerukunan, serta makna toleransi. Pemahaman seperti ini tidak mudah dibentuk,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak sekolah mampu mencetak siswa unggul dalam bidang akademik. Namun, membentuk anak agar mampu hidup berdampingan, bekerja sama dalam perbedaan, serta saling menghargai merupakan tantangan yang jauh lebih kompleks.

“Jika ada yang bertanya apa yang membedakan sekolah ini dengan yang lain, saya tidak ragu menjawab: di sinilah diajarkan bagaimana hidup berdampingan. Bukan sekadar berdampingan, tetapi tumbuh bersama. Bukan hanya tumbuh bersama, melainkan kuat bersama. Dan itu luar biasa,” tegas Ustad Azhari.

Ia menilai keberadaan sekolah dan perguruan tinggi di bawah naungan YPSIM menjadi harapan besar bagi masa depan Indonesia, terutama mengingat pengalaman bangsa yang pernah dilanda konflik antarumat beragama.

“Ketika saya datang ke sekolah ini, keyakinan saya tumbuh kuat. Anak-anak yang dididik di sini adalah jaminan bahwa Indonesia akan tetap hidup, berdampingan, tumbuh, dan berkembang bersama,” ujarnya.

Sementara itu, dr Sofyan Tan dalam sambutannya mengajak seluruh peserta didik dan tenaga pendidik Muslim di YPSIM untuk tidak menjadikan Islam sekadar identitas administratif.

“Islam harus hadir dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Nilai-nilai ajarannya harus diimplementasikan di sekolah, di rumah, dan di tengah masyarakat,” kata Anggota Komisi X DPR RI itu.

Rangkaian peringatan Isra Mikraj tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran beserta sari tilawah, dilanjutkan sambutan, dan ditutup dengan ceramah agama sebagai puncak acara.

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network