Demi Madrasah, Kepala MTsN 7 Tapsel Hibahkan Tanah yang Dibeli dengan Berutang

Jafar Sembiring
Kepala MTsN 7 Tapanuli Selatan, Nur Ali Harahap. Foto: Dok. Kemenag

TAPANULI SELATAN, iNewsMedan.id - Di tengah sisa-sisa duka banjir yang sempat melanda Tapanuli Selatan, sebuah kisah ketulusan kini hadir membawa harapan baru. Saat isak tangis warga mulai berganti dengan semangat untuk bangkit, Nur Ali Harahap, S.Pd.I., menunjukkan arti pengabdian yang sesungguhnya dengan menghibahkan tanah hasil perjuangan hidupnya kembali kepada negara.

Kepala MTsN 7 Tapanuli Selatan ini memutuskan untuk memberikan lahan seluas 7.500 meter persegi demi pengembangan madrasah di wilayah Angkola Selatan. Keputusan besar ini ia ambil tepat empat bulan menjelang masa pensiunnya pada Agustus 2025 mendatang. Bagi Nur Ali, 20 tahun pengabdian sebagai guru telah mematri komitmennya terhadap pendidikan agama jauh sebelum hari ini.

Lulusan Pendidikan Guru Agama (PGA) tahun 1990 ini mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh liku. Ia pernah merantau ke berbagai daerah, bahkan hingga bekerja sebagai tenaga kerja di Arab Saudi. Dari pengalaman hidup di perantauan itulah, ia semakin menyadari betapa krusialnya pendidikan agama bagi generasi muda.

“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah. Dari situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” ujar Nur Ali, dikutip dari laman Pendis Kemenag, Kamis (15/1/2026).

Niat mulia tersebut bukan sekadar wacana. Dengan penuh perjuangan, termasuk sempat berutang ke bank, Nur Ali bersama suaminya akhirnya mampu membeli lahan yang kini telah dihibahkan melalui Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa sejak awal, tanah tersebut memang diniatkan untuk kepentingan umat, bukan untuk kepemilikan pribadi keluarga.

Ia percaya bahwa di bawah naungan negara, pengelolaan madrasah akan lebih terjamin keberlanjutannya. “Saya ingin madrasah ini betul-betul menjadi milik umat dan negara. Kalau dikelola Kementerian Agama, insya Allah bisa bertahan dan terus melayani pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Hibah lahan ini mencerminkan nilai keikhlasan yang menjadi ruh seorang pendidik. Nur Ali berharap dari tanah ini kelak akan lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu berkontribusi bagi bangsa. Ia pun menitipkan pesan menyentuh bagi para guru madrasah di seluruh Indonesia.

“Marilah kita semua berniat tulus dan ikhlas untuk memperluas pendidikan agama. Dengan pendidikan agama, anak-anak bangsa akan menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Sesuai semboyan kita, ikhlas beramal,” pesannya.

Melalui keberaniannya berkorban, Nur Ali menjadikan madrasah bukan sekadar tempat belajar, melainkan sebuah warisan peradaban bagi masa depan Tapanuli Selatan.

Editor : Jafar Sembiring

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network