Detail bunga seperti peony dan rose diterjemahkan dengan ketelitian embroidery, hand-beading, volume, serta permainan kain flowing seperti tule, organza, dan chiffon. Sebanyak 31 rancangan ditampilkan, mulai dari ready-to-wear, deluxe pieces, hingga puncaknya sebuah bridal gown A-line yang ringan, modern, dan elegan, disertai satu gaun penutup bergaya Chinese attire dengan full embroidery, dan sejumlah rancangan menswear penyempurna koleksi “Qi”.
Pada pergelaran tunggal keduanya, Andreas menampilkan kematangan artistik yang kian kuat serta lebih tenang, terstruktur, dan berfokus pada tema “Qi”. Melalui koleksi ini, ia mengajak setiap individu untuk mengekspresikan energi personal yang dimiliki. Karya-karya yang dihadirkan menjadi perayaan harmoni antara struktur dan kelembutan, antara tradisi dan kreativitas avant-garde, serta antara realitas dan fantasi.
Melengkapi runway, Andreas berkolaborasi dengan Rinaldy A. Yunardi untuk semua aksesori, dan Kiki Siantar dari 1001 Shoes, menghadirkan alas kaki yang menguatkan estetika keseluruhan pertunjukan.
Pergelaran busana koleksi “Qi” karya Andreas terselenggara berkat dukungan berbagai pihak yang berkontribusi dalam mewujudkan acara ini. Andreas Lim menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kolaborasi dan dukungan yang telah diberikan, sehingga pergelaran ini dapat berlangsung dengan baik dan bermakna.
Editor : Chris
Artikel Terkait
