Bukan Spontan, Protes Gen Z Nepal Ternyata Serangan Terencana terhadap Demokrasi

Andika Hendra Mustaqim
Aksi Generasi Z Nepal menggulingkan pemerintahan pada September 2025 lalu. Foto: AP

KATHMANDU, iNewsMedan.id - Mantan Perdana Menteri Nepal, K.P. Sharma Oli, mengungkapkan bahwa gelombang protes Generasi Z yang menggulingkan pemerintahannya pada September 2025 bukanlah aksi spontan, melainkan gerakan yang terorganisasi secara terencana.

Dalam wawancara eksklusif bersama RT India pada Senin (12/1/2026), Oli menjelaskan bahwa skala dan pola kerusuhan tersebut menunjukkan adanya rancangan sistematis di balik layar. Pernyataan ini muncul setelah aksi massa yang berujung kekerasan tersebut mengakibatkan 77 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya luka-luka.

“Itu bukan hal yang sederhana dan biasa. Itu tidak biasa, dan itu tidak mungkin terjadi tiba-tiba. Itu terorganisir secara terencana, tampaknya bahkan pada saat itu dan kemudian,” kata Oli.

Oli mengklaim bahwa tanda-tanda ketidakstabilan ini sebenarnya sudah diprediksi oleh para pemimpin di kawasan Asia Selatan. Ia menyebut Sri Lanka dan Bangladesh telah memberikan peringatan dini bahwa skenario serupa yang menimpa negara mereka bisa merambat ke Nepal.

“Bangladesh dan Sri Lanka memberi tahu kami… Para pemimpin berbicara bahwa hal-hal seperti itu akan terjadi, dan memang terjadi. Itu adalah serangan terhadap demokrasi kita untuk mengembalikan mereka ke kemiskinan,” tambah Oli.

Editor : Jafar Sembiring

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network