JAKARTA, iNewsMedan.id - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI telah membebaskan biaya angkut bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera senilai Rp1,2 miliar. Dukungan logistik ini mencakup pengiriman 44 TEUs kontainer dan 1.669 kg paket RedPack yang disalurkan dalam empat tahap pengiriman.
Pada pengiriman tahap keempat, Senin (29/12/2024), KM Kelud mengangkut 1 TEUs kontainer dan 1.669 kg paket bantuan yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Belawan pada Kamis (1/1/2025). Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menyatakan bahwa langkah ini merupakan komitmen perusahaan sebagai BUMN dalam mempercepat penanggulangan bencana melalui kolaborasi dengan berbagai instansi dan relawan.
“Dengan total pembebasan biaya pengiriman mencapai Rp1,2 miliar, PELNI menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan berbagai instansi, perusahaan, dan relawan ini memastikan bantuan dapat disalurkan ke Sumatera,” ujar Ditto dalam keterangan resminya.
Ditto menambahkan bahwa PELNI memastikan seluruh proses pengangkutan dilakukan secara transparan sesuai prosedur. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mempercayakan pengiriman barang bantuannya kepada PELNI. Kami memastikan pengangkutan bantuan kemanusiaan berjalan sesuai prosedur yang transparan dan tertib demi kelancaran distribusi logistik,” tambahnya.
Selain bantuan logistik publik, PELNI melalui KM Egon juga menjalankan penugasan dari Kementerian Perhubungan untuk mengangkut personel dan kendaraan operasional Polri. Kapal tersebut membawa 237 personel, puluhan unit kendaraan, serta 8.518 ton logistik dan obat-obatan yang telah diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok pada pertengahan Desember lalu.
Terkait isu tertahannya kontainer bantuan di gudang BPBD Sumatera Utara, Ditto menegaskan bahwa permasalahan tersebut merupakan kendala komunikasi yang kini telah tuntas.
"Yang terjadi di sana sebatas miskomunikasi yang sudah diselesaikan dengan baik atas dasar kemanusiaan. Kita sama-sama peduli atas bencana yang terjadi dan ingin barang bantuan dapat cepat disalurkan. Permasalahan sudah diselesaikan, dan semua pihak bekerja sama dengan baik untuk membantu korban bencana," tegas Ditto.
Hingga saat ini, PELNI terus mengoptimalkan operasional 25 kapal penumpang dan puluhan kapal perintis serta tol laut untuk menjaga konektivitas dan distribusi logistik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdampak bencana.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
