Dr. Sihar menjelaskan bahwa saat ini, USNI sedang melakukan transformasi menjadi 'USNI Baru' dengan menghadirkan pendidikan yang personal melalui kurikulum berbasis kewirausahaan, kolaborasi, dan kreativitas.
Kurikulum USNI tidak hanya sejalan dengan Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, namun juga fokus pada pengembangan kompetensi utama, tambahan, dan pengembangan personal. USNI memberikan pelatihan terkait penemuan jati diri, manajemen waktu, kesehatan mental, rasa percaya diri, growth mindset, dan global mindset selama 4 tahun perkuliahan.
Dengan fokus pada kewirausahaan, USNI menghadirkan paket pembelajaran dan praktek keterampilan berwirausaha, termasuk mata kuliah design thinking and entrepreneurship. Ini bertujuan untuk memberikan para lulusan pilihan karir yang lebih luas dan kompetitif, serta menjadikan mereka wirausaha muda yang resilien.
Selama perkuliahan, USNI juga aktif memberikan pendampingan kepada mahasiswa untuk mengikuti kompetisi bisnis dan kewirausahaan, dengan banyak di antara mereka meraih prestasi tingkat regional hingga nasional.
"Harapan saya, walaupun ke depannya tidak akan lebih mudah, para wisudawan-wisudawati USNI bisa semakin siap untuk berkarya dan menjadi wirausaha muda, sekaligus pionir dalam mengembangkan solusi-solusi baru yang memanfaatkan teknologi untuk mengatasi berbagai tantangan bisnis, dan bahkan membuka berbagai peluang baru bagi yang lain," tutup Dr. Sihar.
Editor : Ismail
Artikel Terkait