Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Refleksi Peristiwa Kudatuli: PDI Perjuangan Medan Ajak Generasi Muda Tak Apatis Politik
Advertisement . Scroll to see content

Antisipasi ISPA Akibat Kabut Asap, DPC PDI Perjuangan Medan Bagikan Masker dan Vitamin Gratis

Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:08 WIB
  • author Jafar
Antisipasi ISPA Akibat Kabut Asap, DPC PDI Perjuangan Medan Bagikan Masker dan Vitamin Gratis
Respon cepat terhadap antisipasi gangguan kesehatan akibat ancaman kabut asap yang menyelimuti Kota Medan dan sekitarnya ditunjukkan oleh DPC PDI Perjuangan. (Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id - Respon cepat terhadap antisipasi gangguan kesehatan akibat ancaman kabut asap yang menyelimuti Kota Medan dan sekitarnya ditunjukkan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Medan. Berkolaborasi dengan Yayasan Aura Kasih Indonesia (YAKIN) 99, mereka menggelar aksi sosial pada Jumat (16/10/2026) dengan membagikan sebanyak 5.000 masker secara gratis kepada masyarakat serta pengguna jalan di berbagai titik strategis Kota Medan.

Aksi pembagian masker dan vitamin ini merupakan bentuk gerakan spontanitas yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, menyusul memburuknya kualitas udara akibat pekatnya kabut asap.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE, yang turun langsung ke lapangan bersama Bendahara DPC, Ust. Fuad Akbar, M.Sos., menegaskan bahwa aksi ini murni didasari atas rasa kemanusiaan demi melindungi kesehatan warga dari ancaman penyakit.

"Ini aksi spontanitas saja, sebenarnya. Begitu melihat kabut asap makin pekat dan mengganggu aktivitas warga, kami langsung turun ke jalan. Gerakan ini sudah kita jalankan beberapa hari di berbagai titik persimpangan dan pusat keramaian. Total ada 5.000 masker yang kita bagikan untuk membantu menjaga kesehatan pernapasan masyarakat," ujar Hasyim.

Hasyim menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan rakyat harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi lingkungan yang sedang tidak ramah. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya bagi kelompok rentan.

"Kesehatan warga tidak bisa ditunda. Pembagian masker ini mungkin langkah kecil, tetapi sangat krusial untuk mencegah timbulnya ISPA pada warga, terutama anak-anak, pedagang jalanan, dan pengendara roda dua," ungkapnya.

Selain melakukan aksi kemanusiaan di jalanan, Hasyim yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan catatan serta kritik konstruktif kepada pemerintah daerah dan pusat terkait penanganan bencana karhutla serta dampaknya.

Ia mengimbau agar pemerintah tidak hanya bertindak reaktif setelah dampak kabut asap menumpuk, tetapi memperkuat koordinasi lintas sektor dan mitigasi sejak dini hingga ke tingkat lingkungan bawah.

"Kami mengapresiasi setiap langkah penanganan yang mulai berjalan. Namun, kita harus jujur bahwa penanganan krisis lingkungan seperti kabut asap butuh respons yang jauh lebih cepat, terukur, dan terintegrasi. Pemerintah daerah harus memastikan edukasi mitigasi kesehatan sampai ke tingkat lingkungan, penyediaan sarana medis darurat yang memadai, serta kejelasan sumber kabut asap agar bisa diselesaikan dari hulu," tegas Hasyim.

Secara khusus, Hasyim juga menyoroti peran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam menuntaskan persoalan kebakaran hutan dan lahan yang menjadi pemicu utama.

"Saya kira, Kementerian Kehutanan harus menjelaskan langkah konkret untuk mencegah karhutla berulang, mempercepat pemadaman, menelusuri sumber asap, dan memastikan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar," tegasnya lagi.

Ia membeberkan data Kemenhut per 14 Oktober 2026 yang mencatat adanya 372 titik panas (hotspot) berkepercayaan tinggi secara nasional melonjak hingga 52,5 persen dari hari sebelumnya. Menurut Hasyim, angka tersebut membutuhkan evaluasi yang serius.

"Ini menuntut evaluasi serius atas efektivitas pencegahan dan pengendalian. Publik membutuhkan hasil nyata, bukan hanya laporan operasi dan angka statistik," pungkasnya.

Editor: Chris

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut