Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Ubi Jadi Cuan, 35 Perempuan Suka Raya Kembangkan Usaha Opak
Advertisement . Scroll to see content

107 Koperasi Desa Mulai Garap Bisnis Pembayaran Listrik

Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:58 WIB
  • author Ismaii
107 Koperasi Desa Mulai Garap Bisnis Pembayaran Listrik
Ilustrasi pegawai PLN memastikan layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik berjalan lancar di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Foto: Istimewa

JAKARTA,  iNewsMedan.id- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai merambah usaha layanan pembayaran listrik dan pembelian token. Hingga Oktober 2026, sebanyak 107 koperasi telah bergabung dalam layanan tersebut dengan catatan lebih dari 2.000 transaksi.

Layanan ini tak hanya memudahkan warga membayar tagihan listrik, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi koperasi. Pembayaran listrik yang selama ini dilakukan melalui berbagai kanal kini bisa diakses masyarakat melalui koperasi di desa atau kelurahan mereka.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, koperasi desa diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, bukan sekadar tempat menjalankan kegiatan usaha.

Hal itu disampaikannya saat memantau operasionalisasi KDKMP di wilayah Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 13 Oktober 2026.

“Melalui koperasi desa, Pak Prabowo mengatakan agar desa tumbuh, agar desa itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya kota,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, koperasi perlu menghadirkan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Salah satunya pembayaran tagihan listrik dan pembelian token sehingga warga tidak perlu pergi jauh untuk melakukan transaksi.

“Kini bayar listrik tak perlu jauh-jauh lagi. KDKMP resmi melayani pembayaran listrik untuk kemudahan dan kenyamanan seluruh warga desa,” katanya.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, keterlibatan koperasi dalam layanan kelistrikan diharapkan memberi manfaat bagi kedua pihak. Koperasi berpeluang memperoleh pendapatan dari transaksi, sedangkan masyarakat memiliki alternatif tempat untuk membayar tagihan dan membeli token listrik.

“PLN all out mendukung program KDKMP. Kami tidak hanya mendukung kebutuhan listrik untuk operasional koperasi, tetapi juga membuka peluang usaha melalui layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik,” ujar Darmawan.

Layanan tersebut dijalankan melalui sistem Payment Point Online Bank (PPOB), yang memungkinkan koperasi menjadi kanal pembayaran tagihan dan pembelian token listrik. Pengembangannya dilakukan melalui koordinasi antara koperasi dan unit PLN di berbagai wilayah.

Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy menyebut, hingga Oktober 2026, sebanyak 107 KDKMP telah bergabung dalam pengembangan layanan PPOB dengan total transaksi kelistrikan melampaui 2.000 transaksi.

Menurut Rozy, perluasan layanan ini diharapkan dapat menambah aktivitas ekonomi koperasi sekaligus mendekatkan akses pembayaran listrik kepada masyarakat.

Meski demikian, pengembangan layanan tersebut masih perlu diperluas agar manfaatnya menjangkau lebih banyak koperasi dan warga di berbagai daerah.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut