Penumpang Kereta Api di Sumut Tembus 2 Juta hingga September 2026
MEDAN, iNewsMedan.id- Jumlah masyarakat yang menggunakan kereta api di Sumatera Utara mencapai 2.061.785 orang sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.972.872 penumpang.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara itu menunjukkan penggunaan kereta api masih tumbuh di tengah mobilitas masyarakat antardaerah.
Pertumbuhan juga terlihat pada periode Juli hingga September 2026. KAI Divre I Sumut mencatat 670.665 penumpang pada kuartal III, naik 4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 644.500 penumpang.
Sementara khusus September 2026, jumlah penumpang mencapai 204.726 orang. Jumlah itu bertambah 5.560 penumpang atau sekitar 3 persen dibandingkan September 2025 yang tercatat 199.166 orang.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk perjalanan antarkota di Sumut.
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota di Sumatera Utara, sekaligus menggambarkan tingginya kebutuhan terhadap konektivitas transportasi yang menghubungkan berbagai pusat kegiatan masyarakat," ujar Anwar, Jumat, 9 Oktober 2026.
Layanan kereta api dari Medan terhubung dengan sejumlah daerah di pantai timur Sumatera Utara, di antaranya Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Tanjungbalai hingga Rantauprapat.
Menurut Anwar, tingginya mobilitas penumpang juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi di daerah asal maupun tujuan perjalanan. Pergerakan penumpang turut mendorong kebutuhan terhadap transportasi lanjutan, makanan dan minuman, perdagangan, akomodasi hingga pariwisata.
"Oleh karena itu, peran kereta api tidak hanya dapat dilihat dari jumlah pelanggan yang berhasil diangkut, tetapi juga dari kemampuannya membuka akses masyarakat terhadap berbagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Sumatera Utara," jelasnya.
Dengan pertumbuhan penumpang yang masih tercatat hingga kuartal III, kebutuhan terhadap transportasi antarkota di Sumatera Utara diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor penting dalam mobilitas masyarakat hingga akhir 2026.
Editor: Ismail