Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Politeknik Negeri Medan Gelar Business Matching Regional Sumatera Utara 2024, Ini Tujuannya
Advertisement . Scroll to see content

Jejak United Tractors Mewujudkan Industri Berkelanjutan dari Sekolah

Minggu, 27 September 2026 | 23:13 WIB
  • author Jafar
Jejak United Tractors Mewujudkan Industri Berkelanjutan dari Sekolah
Suasana Sutan Siregar (17) dan Eki Tambunan (17) sedang mengikuti magang di United Tractors di Medan pada Selasa (22/9/2026). Foto: Jafar/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id — Siang itu, ruang service United Tractors Medan dipenuhi aktivitas. Di antara deretan mesin dan peralatan kerja, Sutan Siregar (17) dan Eki Tambunan (17) berdiri mengenakan alat pelindung diri (APD), seperti helm dan kacamata keselamatan.

Keduanya merupakan siswa kelas III Jurusan Teknik Alat Berat SMKN 2 Batangtoru. Mereka tengah serius menyimak penjelasan mentor mengenai cara mengukur bagian pin crankshaft excavator menggunakan radius sketch dan mikrometer.

“Tadi kami sedang memastikan ukuran dari crankshaft itu sudah pas atau tidak,” ujar Sutan saat ditemui pada Selasa (22/9/2026).

Bagi Sutan, praktik tersebut bukan sekadar kegiatan magang. Setiap komponen mesin yang disentuhnya menjadi pengalaman baru yang sebelumnya lebih banyak ia pelajari melalui teori di sekolah.

Sejak 26 Juni 2026, Sutan meninggalkan kampung halamannya di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, untuk mengikuti program magang di United Tractors Medan hingga 30 November 2026.

Jauh dari orangtua membuat kehidupan remaja itu berubah. Ia kini tinggal di kos bersama teman sekolahnya yang juga mengikuti magang. Ia harus belajar mengatur uang makan, mengerjakan pekerjaan rumah, hingga bangun pagi tanpa dibangunkan orangtua.

“Sekarang saya sudah terbiasa bangun jam 5 pagi sendiri. Terus siap-siap apel untuk mengikuti proses magang di UT,” katanya.

Setiap Senin hingga Jumat, aktivitas dimulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Di tempat itu, Sutan belajar memperbaiki mesin bus dan alat berat dengan didampingi mentor.

“Di sini saya dikasih ilmu, alat-alat untuk memperbaiki mesin dan menggunakannya, terus bagaimana mendeteksi bagian mesin yang rusak. Banyak hal baru saya dapati,” ungkapnya.

“Jadi kalau dulu di rumah lebih sering bermain handphone, sekarang lebih fokus ke memperbaiki mesin,” sambungnya.

Sebelum masuk SMK, Sutan belum mengetahui pekerjaan apa yang ingin ditekuni. Ketertarikannya terhadap Teknik Alat Berat muncul setelah melihat prospek pekerjaan di bidang tersebut.

Minatnya semakin kuat ketika United Tractors datang ke sekolah memberikan edukasi mengenai dunia industri dan pendidikan vokasi.

“Mereka menjelaskan semua cara masuk ke UT School atau cara menjadi mekanik yang benar. Dari situ saya langsung tertarik. Saya ingin jadi mekanik yang sukses,” ujarnya.

Selama magang, Sutan mulai mampu melakukan servis ringan pada bus. Setelah lulus SMK, ia berencana melanjutkan pendidikan di UT School selama satu tahun sebelum memasuki dunia kerja.

Hal serupa dialami Eki. Ketertarikannya terhadap dunia mekanik telah tumbuh sejak SMP. Ia kerap membongkar dan memodifikasi sepeda motor keluarganya.

“Dari dulu memang saya ingin jadi mekanik. Saya suka bongkar-bongkar mesin,” ujar warga Kelurahan Aek Pining tersebut.

Menurut Eki, magang membuat pengetahuannya tentang mesin semakin luas. Ia tidak lagi hanya mempelajari teori, tetapi berhadapan langsung dengan mesin dan komponennya.

Ia belajar membongkar mesin, mencuci komponen, melakukan pengukuran, serta menggunakan berbagai peralatan servis untuk excavator dan bus.

“Kayak menggunakan mikrometer, membongkar mesin dari utuh sampai bagian terkecil, terus dipasang lagi. Enaklah di sini, apalagi dibimbing sama mentor,” katanya.

Setelah menyelesaikan magang, Eki berharap dapat melanjutkan pendidikan ke UT School dan menjadi mekanik andal.

Dari Guru hingga Siswa

Pengalaman yang dirasakan Sutan dan Eki merupakan bagian dari kerja sama yang telah berlangsung cukup lama antara SMKN 2 Batangtoru dan United Tractors.

Wakil Kepala SMKN 2 Batangtoru, Parningotan Nasution, mengatakan kerja sama melalui program Sekolah Binaan United Tractors (SOBAT) telah dimulai sejak 2018.

Pada awal kerja sama, sejumlah guru Jurusan Teknik Alat Berat mengikuti pelatihan dan mempelajari sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri.

Saat itu, tujuh guru jurusan tersebut memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari otomotif, fisika, teknik sipil, hingga sosial. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu kebutuhan utama.

Para guru kemudian mengikuti Basic Mechanic Course (BMC) selama 45 hari yang diberikan United Tractors.

“Setelah itu, guru kita ditraining di UT berupa Basic Mechanic Course. Itu selama 45 hari,” kata Parningotan saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon pada Minggu (27/9/2026).

Pelatihan kemudian dilakukan secara berkala di sejumlah lokasi, seperti United Tractors Jakarta, Pekanbaru, dan Medan.

“Sekarang ini berkat bantuan United Tractors, guru-guru kita punya sertifikat BMC dari BNSP yang berkompeten mengajar Teknik Alat Berat,” tuturnya.

Peningkatan kompetensi guru ikut berdampak pada minat siswa. Jika sebelumnya Jurusan Teknik Alat Berat hanya memiliki satu kelas, kini sekolah membuka dua kelas dengan jumlah pendaftar yang selalu melebihi kuota.

Selain itu, siswa juga mendapat kesempatan merasakan langsung dunia industri melalui praktik kerja lapangan di United Tractors Medan. Setiap tahun, terdapat empat siswa yang mengikuti program tersebut.

“Jadi beberapa anak PKL yang tamat ini mendaftar ke UT School. Di sana diberikan pendidikan selama setahun dan terakhir berpotensi bekerja di mitra-mitra UT di seluruh Indonesia. Sampai saat ini ada empat siswa kami yang seperti itu. Artinya berkesinambungan,” ucap Parningotan.

Keberlanjutan dari Ruang Kelas

Program SOBAT tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis. Siswa juga didorong untuk mengembangkan inovasi.

Di SMKN 2 Batangtoru, misalnya, siswa mengembangkan pembuatan paving block dari bahan plastik serta listrik arus lemah. Inovasi tersebut masih terus dikembangkan agar dapat menghasilkan manfaat yang lebih optimal.

SOBAT merupakan salah satu inisiatif keberlanjutan United Tractors dalam pilar CSR bidang pendidikan melalui UT for Education and Bright Future (UTFUTURE).

Program tersebut telah membina lebih dari 1.700 sekolah di berbagai wilayah Indonesia dengan tujuan membangun masa depan sumber daya manusia melalui pembinaan dan pendampingan pendidikan.

Pada Mei tahun 2026, United Tractors juga menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan vokasi melalui program SOBAT.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, dan diterima oleh Head of Corporate Communications and Sustainability Division United Tractors, Dianwahyu Sri Purnomo.

Dianwahyu, dalam keterangan resminya, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Melalui program SOBAT, kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi agar mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” ujar Dianwahyu.

Melalui SOBAT, United Tractors menjalankan berbagai inisiatif, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pelatihan siswa, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, hingga penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran.

Di ruang service United Tractors Medan, Sutan dan Eki mungkin baru memulai perjalanan mereka sebagai calon mekanik.

Namun, dari ruang itulah terlihat bahwa keberlanjutan industri tidak hanya berbicara tentang mesin, teknologi, atau lingkungan. Keberlanjutan juga menyangkut manusia yang akan menggerakkan industri di masa depan.

Bagi Sutan dan Eki, perjalanan itu dimulai dari sebuah ruang service. Bagi industri, langkah kecil tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu melanjutkan perjalanan industri Indonesia secara berkelanjutan.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut