Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Puting Beliung di Medan Mengeluh Harus Berutang Upah Tukang
Advertisement . Scroll to see content

Rumah Roboh, Bantuan Terhenti: Potret Miah dan Masalah Data Warga Miskin di Belawan

Selasa, 22 September 2026 | 11:17 WIB
  • author Junaidin Zai
Rumah Roboh, Bantuan Terhenti: Potret Miah dan Masalah Data Warga Miskin di Belawan
Miah, lansia 73 tahun di Medan yang tinggal di dalam rumah yang lapuk dan nyaris ambruk di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. (Foto: istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id - Rumah perempuan lanjut usia bernama Miah (73) di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Belawan, Kota Medan, sedang dalam masa perbaikan stelah sebelumnya dilaporkan tiba-tiba ambruk, pada Selasa (15/9/2026). Rencananya, rumah itu akan tetap menggunakan material kayu, bentuknya juga akan lebih layak huni.

Rumah baru itu juga akan dibuat dengan pondasi beton dan dilengkapi ruang tidur serta kamar mandi.

Selama proses perbaikan, Miah ditempatkan di rumah tetangga. Segala kebutuhan akan disiapkan oleh pemerintah. Miah juga diperkirakan bisa kembali menempati rumah tersebut dalam beberapa pekan kedepan

Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan mengatakan rumah itu dibangun dengan cara gotong royong. Pemerintah Kecamatan Medan Belawan bersama kepolisian, TNI, Pomal, perangkat kelurahan dan warga mengumpulkan bahan bangunan dan mengerjakannya bersama.

"Pemerintah kota tidak menggunakan program bedah rumah karena bangunan Miah berada di atas lahan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)," ucapnya Selasa (22/9/2026).

Rumah yang ditempati Miah selama sekitar 50 tahun itu berada di kawasan pesisir Belawan yang apabila air laut pasang akan mengalami banjir. Kondisinya buruk, papan-papannya lapuk dan bangunannya miring.

Ditengah itu, ia dilaporkan tidak lagi menerima bantuan yang sebelumnya didapat, termasuk beras. Bantuan untuknya tiba-tiba terhenti.

Miah juga tidak memiliki penghasilan. Anak-anaknya bekerja dengan pendapatan yang tidak tetap. Untuk kebutuhan makan, membayar listrik dan air, mereka mengandalkan pekerjaan serabutan serta bantuan dari warga.

Robby mengatakan pemerintah kecamatan menemukan sejumlah kasus warga miskin yang datanya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka. Salah satunya berkaitan dengan desil, yaitu pengelompokan tingkat kesejahteraan yang digunakan dalam penargetan bantuan sosial.

Menurut Robby, ada warga yang secara ekonomi tergolong miskin tetapi masuk desil tinggi karena data kependudukannya diduga digunakan untuk kepentingan lain.

“Kadang-kadang di desilnya bisa desil 10, rupanya dipakai untuk beli mobil. Sementara dia orang susah,” katanya.

Ia juga menyebut seorang warga di kawasan Bahari yang menurutnya layak masuk kelompok kesejahteraan rendah, tetapi data kependudukannya tercatat berkaitan dengan listrik untuk sejumlah rumah.

Robby mengatakan pemerintah kecamatan berupaya memperbaiki data warga yang dinilai tidak sesuai. Ia juga mengingatkan warga agar tidak sembarangan memberikan KTP atau kartu keluarga kepada orang lain.

Dalam kasus Miah, anaknya, Mariani (51), janda dan bekerja mencuci pakaian di rumah orang dengan penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan, mengatakan keluarga sedang meminta bantuan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengurus persoalan tersebut.

Sejak rumah roboh, Mariani memilih tidur di rumah tetangga pada malam hari. Ia khawatir bangunan kembali runtuh. Miah sendiri menolak pindah ke rumah anaknya di Martubung atau ke panti sosial.

Kini rumahnya sedang dibangun kembali. Namun, selain menunggu tempat tinggalnya selesai, mereka masih berharap data keluarganya dapat diperbaiki sehingga bantuan yang sebelumnya diterima kembali bisa diakses.

“Kalau bisa minta bantu lah kalau bisa. Kalau enggak, apa boleh buat,” katanya.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut