Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bobby Nasution Pastikan Kasus Febiola Ditangani Medis dan Psikologis
Advertisement . Scroll to see content

3 Minggu Usai Keracunan MBG, Misteri Diagnosa Febiola Pelajar di Karo Masih Belum Terkuak

Senin, 07 September 2026 | 22:02 WIB
  • author Junaidin Zai
3 Minggu Usai Keracunan MBG, Misteri Diagnosa Febiola Pelajar di Karo Masih Belum Terkuak
Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, memberikan keterangan pers di kantornya, Senin (7/9/2026). Foto: Junaidin Zai/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id - Keinginan sederhana untuk kembali belajar di bangku sekolah kini menjadi hal yang amat sulit digapai bagi Febiola Purba (16). Siswa berprestasi yang langganan juara satu sekaligus Wakil Ketua OSIS di SMK tempatnya menimba ilmu di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini harus terkulai lemas dan bolak-balik keluar-masuk rumah sakit. Hampir satu bulan berlalu sejak mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya pada 13 Agustus 2026, kondisi kesehatan Febiola tak kunjung membaik.

Peristiwa ini bermula saat Febiola menyantap jatah MBG berisi ikan tongkol dan sayur. Walau sempat mengeluhkan tekstur ikan yang keras dan terasa pahit, ia tetap menghabiskannya karena lapar. Naas, sepulang sekolah ia dilanda pusing hebat, gatal sekujur tubuh, hingga muntah-muntah dan tak sadarkan diri.

Bukannya membaik setelah mendapat perawatan awal, kondisi fisik dan neurologis Febiola justru kian memprihatinkan. Ia kerap mengalami kejang berulang yang membuat lidahnya tertarik ke dalam hingga bicaranya celat. Yang paling memilukan bagi keluarga, Febiola kini diduga mengalami gangguan ingatan.

"Setelah kejadian itu, dia mulai bingung mengenali orang. Saat guru dan teman-teman sekelasnya datang menjenguk, dia tidak kenal satu per satu," tutur Elivinus Lusiana Sitanggang (44), ibu kandung Febiola dengan nada lesu.

Pada Senin (7/9/2026), keluarga kembali merujuk Febiola ke RSUP H Adam Malik, Medan, untuk menjalani serangkaian pemeriksaan intensif, mulai dari konsultasi dengan spesialis neurologi anak, psikiatri, gastroenterologi anak, hingga rekam aktivitas listrik otak atau elektroensefalografi (EEG). Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya ke RSUP H Adam Malik setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Kabanjahe dan RS Efarina.

Meski demikian, penyebab pasti dari penderitaan Febiola masih menyisakan tanda tanya besar. Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menyatakan bahwa hasil EEG belum dapat langsung menyimpulkan diagnosis pasti. 

"Perlu ada pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah ada keterkaitan langsung antara konsumsi menu MBG dengan gangguan saraf serta ingatan yang dialami pasien," ucapnya.

Di tengah kesedihan mendalam, seluruh biaya pengobatan Febiola saat ini ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, beban mental dan fisik keluarga belum terangkat sepenuhnya. Sang ayah yang bekerja sebagai penyusun jeruk harus tetap memeras keringat di lapangan agar dapur tetap ngebul, sementara sang ibu setia mendampingi Febiola bergulat dengan medis.

"Dia selalu bilang, 'Aku mau sekolah, aku mau sekolah.' Tapi bagaimana kita memberikan dia sekolah kalau kondisinya begini?" ucap Elvinus menahan haru. Kini, keluarga hanya bisa berharap tim medis segera menemukan pengobatan yang tepat agar sang putri berprestasi bisa pulih dan kembali mengejar cita-citanya.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut