Warga Sunggal Kembangkan Budidaya Jamur Tiram dengan Mesin Listrik
DELISERDANG, iNewsMedan.id– Budidaya jamur tiram mulai dikembangkan sebagai usaha produktif oleh lima kelompok warga di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Pengembangan usaha tersebut mendapat dukungan sarana produksi dan peralatan berbasis listrik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bersama Yayasan Sahabat Kebaikan.
Program itu diperkenalkan di Desa Suka Maju, Senin (7/9/2026). Bantuan yang diberikan mencakup kumbung jamur, rak budidaya, baglog, mesin pengaduk media tanam hingga mesin pengepres baglog.
Kehadiran mesin produksi membuat sejumlah tahapan budidaya yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dikerjakan lebih cepat. Selain peralatan, kelompok warga juga mendapat pelatihan mengenai teknik budidaya, pengelolaan usaha dan pemasaran.
Lima kelompok yang mengikuti program tersebut yakni Kampung Jamur Mencirim, Kelompok Sukamaju, Teman Setia Jamur, Alam Tani dan Sukses Tani.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad mengatakan pemanfaatan peralatan listrik diarahkan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan produksi sekaligus memberi nilai tambah bagi usaha masyarakat.
“Pemanfaatan peralatan berbasis listrik dalam budidaya jamur tiram diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, kualitas hasil, serta pendapatan kelompok penerima manfaat,” ujar Rizky.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan sarana, tetapi juga kemampuan kelompok dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha.
Sementara itu, Kepala Desa Sei Mencirim Johan Wahyu menilai bantuan peralatan dan pelatihan memberikan tambahan pengetahuan bagi warga yang menjalankan budidaya jamur tiram.
“Bantuan berupa sarana budidaya, baglog, serta peralatan berbasis listrik ini sangat membantu masyarakat menjalankan proses produksi dengan lebih cepat, efisien, dan terarah,” kata Johan.
Johan berharap usaha tersebut dapat berkembang sehingga memberi tambahan pendapatan bagi anggota kelompok dan membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.
Pengembangan usaha jamur tiram selanjutnya tidak hanya diarahkan pada produksi, tetapi juga pengolahan dan pemasaran. Kelompok penerima manfaat diharapkan mampu mengelola usaha secara mandiri setelah mendapat pendampingan.
Editor: Ismail