get app
inews
Aa Text
Read Next : Sasar UMKM dan Pekerja Lepas, BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa Gelar Gebyar Sadar Jamsostek

Gebrakan BPJS Ketenagakerjaan di Harpelnas 2026, Ubah Santunan Jadi Usaha

Jum'at, 04 September 2026 | 14:48 WIB
header img
Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut meluncurkan program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEKA) dalam rangkaian Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 di Medan, Jumat (4/9/2026). Foto: Odi Siregar/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id - Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menghadirkan terobosan baru. Tidak hanya fokus pada perlindungan dan pelayanan, BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEKA) untuk mendorong kemandirian ekonomi para peserta hingga ahli waris.

Mengusung tema "Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan, dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan", peluncuran program ini digelar di Medan, Jumat (4/9/2026).

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Kunto Wibowo, menegaskan bahwa program PEKA dirancang agar santunan yang diterima ahli waris dapat dikelola secara produktif dan berdampak jangka panjang.

"Melalui program PEKA, kami bekerja sama dengan Pemprov Sumut serta pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan pelatihan kewirausahaan, termasuk pelatihan content creator. Tujuannya agar santunan yang diterima ahli waris tidak habis begitu saja, tetapi menjadi modal kemandirian ekonomi keluarga," ujar Kunto.

Sebagai bukti nyata, rangkaian peringatan Harpelnas 2026 ini juga diwarnai dengan pameran produk-produk hasil wirausaha dari peserta program PEKA yang telah berjalan selama sebulan terakhir. Langkah ini diharapkan mampu memperluas pasar bagi produk binaan peserta sehingga dapat menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, menyampaikan komitmen Pemko Medan untuk terus memperkuat kolaborasi demi memperluas cakupan perlindungan pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).

"Jaminan sosial adalah investasi sosial yang sangat penting untuk ketahanan ekonomi kota," tegas Erfin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, Illyan Chandra Simbolon, menilai program PEKA sangat selaras dengan program pemerintah dalam menekan angka pengangguran.

"Kami berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas masyarakat. Pemprov juga mendorong pemkab dan pemko untuk terus menganggarkan perlindungan bagi pekerja rentan demi tercapainya Universal Coverage Jamsostek," tuturnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, Ramaddan, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota, Jefri Iswanto.

Jefri menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, peserta adalah bagian terpenting dari perjalanan BPJS Ketenagakerjaan.

"Momentum Harpelnas menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan—menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, dan responsif di setiap titik layanan. Kami ingin memastikan setiap pekerja merasakan manfaat nyata dari perlindungan jaminan sosial," pungkas Jefri.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut