Jangan Sampai Terlambat, Peserta Pensiun Diingatkan Rutin Lakukan Autentikasi
MEDAN, iNewsMedan.id – Peserta pensiun diingatkan untuk tidak menunda proses autentikasi sebagai bagian dari verifikasi data penerima manfaat. Langkah sederhana ini penting dilakukan secara rutin agar pembayaran manfaat pensiun tetap berjalan lancar dan tidak terkendala persoalan administrasi, Rabu (26/8/2026).
Branch Manager TASPEN Medan, Toni Eko Sucahyo, mengatakan autentikasi merupakan proses verifikasi untuk memastikan manfaat pensiun diterima oleh pihak yang berhak sekaligus menjaga data penerima manfaat tetap akurat dan mutakhir.
“Autentikasi jangan dianggap sebagai sekadar kewajiban administratif. Ini merupakan bagian dari upaya memastikan manfaat pensiun diterima oleh penerima yang berhak dan pembayaran dapat berjalan dengan lancar,” ujar Toni.
Ia mengimbau peserta tidak menunggu hingga mendekati batas waktu autentikasi, yakni tanggal 15 setiap bulan. Peserta disarankan menjadikan autentikasi sebagai rutinitas pada awal bulan sehingga tidak terlupa dan dapat mengantisipasi kendala teknis maupun administratif.
“Kalau dilakukan lebih awal, peserta memiliki waktu untuk mengatasi apabila ada kendala. Jangan menunggu sampai mendekati batas waktu, karena yang paling penting adalah memastikan hak pensiun tetap aman dan tidak terganggu,” katanya.
Autentikasi dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Andal by Taspen bagi peserta yang telah memenuhi persyaratan, termasuk perekaman atau enrollment biometrik.
Dalam prosesnya, peserta cukup masuk ke aplikasi, memilih menu autentikasi, kemudian mengikuti petunjuk yang tersedia, termasuk melakukan verifikasi wajah melalui swafoto. Peserta juga perlu memastikan aplikasi diperoleh dari sumber resmi, kamera berfungsi baik, pencahayaan cukup, serta koneksi internet stabil.
Setelah proses dilakukan, peserta perlu memastikan autentikasi dinyatakan berhasil oleh sistem. Apabila mengalami kegagalan, peserta dapat mencoba kembali dengan memperhatikan posisi wajah, pencahayaan, kebersihan kamera, dan kualitas koneksi internet.
Toni menegaskan peserta yang mengalami kesulitan tidak perlu panik. Mereka dapat meminta bantuan melalui Kantor Cabang TASPEN maupun mitra bayar yang melayani pembayaran manfaat pensiun.
“Peserta yang memiliki keterbatasan atau mengalami kendala dalam autentikasi mandiri dapat meminta bantuan. Jangan sampai karena kendala teknis kemudian peserta tidak mendapatkan informasi atau pelayanan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital, peserta pensiun juga diminta lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pensiun.
Peserta diingatkan untuk tidak memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, nomor rekening, maupun data pribadi kepada pihak yang identitasnya tidak dapat dipastikan. Peserta juga diminta tidak sembarangan membuka tautan atau memasang aplikasi yang dikirim melalui pesan pribadi.
“Jangan mudah percaya hanya karena seseorang mengaku sebagai petugas. Logo, nama, maupun tampilan pesan bisa saja dipalsukan. Kalau ada informasi yang mencurigakan, tahan dulu, pastikan melalui kanal resmi, kemudian laporkan jika memang ditemukan dugaan penipuan,” kata Toni.
Ia mengajak peserta menerapkan prinsip TAHAN – PASTIKAN – LAPORKAN setiap kali menerima komunikasi mencurigakan. Peserta dapat menahan diri untuk tidak langsung mengikuti instruksi dari pihak yang belum terverifikasi, memastikan informasi melalui kanal resmi, serta melaporkan dugaan penipuan melalui layanan resmi.
“Yang paling penting, peserta jangan sampai lengah. Autentikasi dilakukan untuk menjaga kelancaran manfaat, sementara kewaspadaan terhadap penipuan diperlukan agar data dan hak peserta tetap terlindungi,” pungkas Toni.
Editor : Chris