get app
inews
Aa Text
Read Next : BRI Peduli Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Dari Bawomataluo, Kepedulian Digerakkan untuk Warga Terdampak Bencana

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:51 WIB
header img
Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana menjadi salah satu fokus kegiatan BRI Peduli di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (22/8/2026). (Istimewa)

NIAS SELATAN, iNewsMedan.id – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana menjadi salah satu fokus kegiatan BRI Peduli di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (22/8/2026). 

Melalui aktivasi “Satu Tanda, Sejuta Harapan”, masyarakat diajak ikut mengubah partisipasi sederhana menjadi dukungan bagi warga yang tengah menghadapi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, setiap stiker yang ditempelkan peserta dikonversikan menjadi donasi sebesar Rp50.000. Donasi selanjutnya disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

RCEO BRI Region 1 Medan Novian Supriatno mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian melalui keterlibatan masyarakat.

“Pesan yang ingin kami sampaikan sederhana: kepedulian harus diwujudkan menjadi aksi. Satu stiker mungkin terlihat kecil, tetapi jika ribuan orang bergerak bersama, dampaknya dapat menjadi besar. Melalui ‘Satu Tanda, Sejuta Harapan’, kami ingin mengubah partisipasi masyarakat menjadi dukungan nyata bagi mereka yang sedang menghadapi bencana,” ujar Novian.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi sulit. Kepedulian masyarakat, kata dia, tidak berhenti pada bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan warga yang terdampak.

“Semangat gotong royong adalah kekuatan penting dalam mengisi kemerdekaan. Pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga tentang manusia, kepedulian sosial, kesehatan, dan kemampuan masyarakat untuk bangkit ketika menghadapi kesulitan,” katanya.

Selain aksi sosial, kegiatan di Bawomataluo juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

Kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan menjadi ruang pertemuan antara kepedulian sosial dengan pemberdayaan masyarakat.

Desa Bawomataluo sendiri memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi salah satu potensi utama pariwisata Nias Selatan. Kehadiran masyarakat dan wisatawan dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang untuk memperkenalkan kehidupan, tradisi, serta potensi ekonomi warga setempat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan Amsarno Satriawan Sarumaha, SH, MH, CGCAE, mengapresiasi keterlibatan BRI dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini memberikan manfaat langsung sekaligus memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada BRI yang telah hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan di Bawomataluo. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Amsarno.

Ia menilai kehadiran wisatawan mancanegara di Bawomataluo juga menjadi peluang untuk memperkenalkan budaya Nias Selatan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Hal senada disampaikan Camat Fanayama Welhellmus Haria, S.Pd., MM, yang menilai kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi budaya dan kehidupan masyarakat Bawomataluo.

Kepala Desa Bawomataluo Teruna Wau mengatakan dukungan terhadap masyarakat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan ekonomi dan pariwisata desa.

“Kegiatan ini memberikan kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Bawomataluo kepada lebih banyak orang. Kami berharap potensi desa, UMKM dan pariwisata dapat semakin berkembang sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, penguatan ekonomi masyarakat tetap menjadi bagian dari rangkaian kegiatan melalui perhatian terhadap UMKM dan potensi lokal. Kekayaan budaya Bawomataluo dapat menjadi penggerak ekonomi apabila dikembangkan bersama sektor usaha masyarakat, mulai dari kerajinan, kuliner, jasa wisata hingga usaha pendukung lainnya.

Novian mengatakan penguatan ekonomi dan kepedulian sosial perlu berjalan beriringan.

“UMKM adalah bagian penting dari ekonomi masyarakat. Di balik satu usaha terdapat keluarga, tenaga kerja, dan rantai ekonomi yang ikut bergerak. Karena itu, memperkuat UMKM berarti memperkuat fondasi ekonomi masyarakat,” katanya.

Melalui BRI Peduli, aksi “Satu Tanda, Sejuta Harapan” menempatkan kepedulian masyarakat sebagai bagian penting dari kegiatan di Bawomataluo. Bantuan yang dihimpun diharapkan dapat memberi dukungan bagi warga yang terdampak bencana sekaligus membantu proses pemulihan di wilayah terdampak.

Dari Bawomataluo, pesan yang dibawa bukan sekadar tentang perayaan kemerdekaan, tetapi tentang bagaimana semangat berbagi dan gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Editor : Chris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut