get app
inews
Aa Text
Read Next : Bongkar Sindikat Satwa Langka di Simalungun, Polisi Sita Kulit Beruang hingga Paruh Rangkong

Tragedi di Simalungun, Balita Meninggal Usai Tertimpa Kayu Broti dari Truk Material

Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:54 WIB
header img
Petugas Polres Simalungun melakukan olah TKP di lokasi balita yang tewas tertimpa kayu broti saat proses bongkar muat material. Foto: Istimewa

SIMALUNGUN, iNewsMedan.id-  Peristiwa tragis terjadi di Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Selasa (4/8/2026). Seorang balita perempuan berinisial JCS (4) meninggal dunia setelah tertimpa kayu broti yang terjatuh dari sebuah truk pengangkut material bangunan.

Insiden itu terjadi di jalan menuju area pemakaman dan perkebunan sawit warga. Saat kejadian, korban diketahui sedang berjalan bersama neneknya di sekitar lokasi.

Di waktu yang bersamaan, sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 milik toko material sedang melakukan bongkar muat bahan bangunan di kawasan tersebut.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, korban kemudian mendekati kendaraan yang sedang menurunkan muatan. Tanpa diduga, satu ikat kayu broti berukuran 2x2 yang terdiri dari empat batang terlepas dari atas bak truk.

 "Satu ikat kayu broti ukuran 2x2 sebanyak empat batang terjatuh ke sisi kiri kendaraan dan mengenai bagian kepala korban," ujar Verry, Selasa, 4 Agustus 2026.

Melihat cucunya tertimpa kayu, sang nenek langsung berteriak meminta pertolongan. Warga yang berada di sekitar lokasi segera berdatangan dan membawa korban ke Rumah Sakit Tentara di Kota Pematangsiantar.

Namun, nyawa balita tersebut tidak berhasil diselamatkan. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

Menerima informasi itu, personel Satreskrim Polres Simalungun bersama Polsek Jorlang Hataran langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Hingga kini, keluarga korban belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian. Selain itu, orang tua korban juga menolak dilakukan autopsi maupun visum terhadap jenazah anaknya karena masih bermusyawarah bersama keluarga.

"Pihak keluarga belum membuat laporan polisi. Orang tua korban juga belum mengizinkan dilakukan autopsi atau visum, dan saat ini masih melakukan musyawarah keluarga," kata Verry.

Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut sambil menunggu keputusan dari pihak keluarga terkait proses hukum selanjutnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut