Cegah Kemiskinan, BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Salurkan Rp2,2 Triliun
MEDAN, iNewsMedan.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) Wilayah Sumbagut terus menunjukkan perannya sebagai salah satu pilar perlindungan sosial di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh.
Sepanjang Semester I Tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat program sebesar Rp2,2 triliun dari 190.912 pengajuan. Manfaat tersebut berupa Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) kepada para pekerja formal maupun informal di kedua provinsi tersebut.
Selain itu, disalurkan pula beasiswa kepada 5.135 anak dengan total nominal mencapai Rp23 miliar.
Penyaluran dana ini menjadi bukti nyata hadirnya negara melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan dalam melindungi pekerja beserta keluarganya dari risiko sosial dan ekonomi. Risiko tersebut berpotensi menyebabkan penurunan kesejahteraan, bahkan memicu munculnya kemiskinan baru maupun kemiskinan ekstrem.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Kunto Wibowo, menyampaikan bahwa setiap manfaat yang disalurkan merupakan investasi sosial guna menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga pekerja saat menghadapi berbagai risiko kehidupan.
"Manfaat yang kami salurkan bukan sekadar angka, tetapi menjadi penyangga ekonomi keluarga pekerja agar tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup, menjadi modal untuk melanjutkan usaha, menjamin keberlangsungan pendidikan anak, serta mencegah keluarga jatuh ke dalam kemiskinan akibat risiko kecelakaan kerja, kematian, kehilangan pekerjaan, maupun memasuki usia tidak produktif," ujar Kunto, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari jaring pengaman sosial nasional. Ketika pekerja mengalami risiko kehilangan penghasilan, manfaat yang diberikan mampu menjaga daya beli keluarga sehingga dampak ekonomi yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Dengan total manfaat sebesar Rp2,2 triliun selama Semester I Tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan sosial, meningkatkan kesejahteraan pekerja, sekaligus mendukung upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Sumatera Utara dan Aceh.
Kunto menambahkan bahwa upaya pencegahan kemiskinan akan semakin optimal apabila semakin banyak pekerja yang terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
"Untuk mencegah keluarga pekerja menghadapi dampak risiko sosial di masa mendatang, kami mengajak seluruh pekerja yang belum terlindungi agar segera mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," imbuhnya.
Pihaknya juga terus mendorong terwujudnya Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Sumatera Utara dan Aceh agar seluruh pekerja memperoleh perlindungan yang layak. Khusus bagi pekerja informal yang belum menjadi peserta, mereka dapat memanfaatkan momentum program diskon 50% iuran sehingga perlindungan jaminan sosial menjadi lebih terjangkau.
Apresiasi turut disampaikan kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan. Dukungan ini dinilai sebagai investasi sosial yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami berharap pemerintah daerah lainnya dapat mengikuti langkah tersebut sehingga semakin banyak pekerja yang terlindungi," tambah Kunto.
Sejalan dengan perluasan cakupan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan terus meningkatkan kualitas layanan melalui transformasi digital.
Pengajuan klaim kini dapat dilakukan secara daring melalui layanan Lapak Asik maupun aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Dengan demikian, peserta dapat memperoleh manfaat dengan lebih cepat, mudah, dan efisien tanpa harus mendatangi kantor cabang.
Melalui aplikasi JMO, peserta juga dapat memantau saldo Jaminan Hari Tua (JHT), memeriksa status kepesertaan, melihat pelaporan upah, mengetahui pembayaran iuran terakhir, memperbarui data peserta, hingga mengunduh kartu digital.
Berbagai inovasi tersebut merupakan wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan layanan yang mudah diakses sekaligus memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan sosial secara optimal.
Editor : Jafar Sembiring