get app
inews
Aa Text
Read Next : Pedagang Pasar Bersiap Naik Kelas, Akses Modal Kini Dibuka Lebar

Program 3 Juta Rumah Dinilai Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Minggu, 24 Mei 2026 | 12:49 WIB
header img
Peluncuran buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 karya Fahri Hamzah di Jakarta, Kamis (21/5), dihadiri sejumlah tokoh dan pelaku industri perumahan. Foto: istimewa

JAKARTA, iNewsMedan.id – Krisis hunian dan tingginya angka backlog perumahan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar Indonesia menuju 2045. Di tengah target ambisius pembangunan 3 juta rumah, kebutuhan akan pembiayaan murah dan akses hunian terjangkau disebut menjadi kunci agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak semakin tertinggal.

Isu itu mengemuka dalam peluncuran dan bedah buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 karya Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, di Jakarta, Kamis (21/5).

Forum tersebut turut dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo serta Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu bersama jajaran direksi.

Hashim menilai gagasan swasembada papan sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat program 3 juta rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Ini adalah kerja panjang yang melibatkan antargenerasi. Satgas Perumahan kini tengah mengorkestrasi strategi besar untuk mempercepat program 3 juta rumah. Fokus kami jelas, memastikan program ini tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Hashim.

Fahri menjelaskan, buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap persoalan backlog perumahan yang diperkirakan mencapai 10-12 juta unit. Selain itu, sekitar 20 juta warga masih tinggal di rumah tidak layak huni.

“Bahkan, sekitar 6 juta orang di antaranya tinggal di rumah yang tidak layak, dan rumah itu pun bukan milik mereka sendiri,” ujar Fahri.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut