get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecelakaan Maut di Tol Medan–Tebing Tinggi, Penumpang WRV Tewas usai Hantam Truk

Firasat Buruk Penumpang Bus Halmahera Sebelum Kecelakaan Maut di Tol Sergai

Senin, 11 Mei 2026 | 19:17 WIB
header img
Julinar Munthe merupakan salah satu korban kecelakaan maut Bus Halmahera dengan sebuah mobil pikap di Tol JMKT, Sergai. Foto: Istimewa

SERDANG BEDAGAI, iNewsMedan.id - Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Halmahera dengan sebuah mobil pikap di Tol JMKT, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menyisakan duka mendalam bagi para korban. Salah seorang penumpang selamat, Julinar Munthe, mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasakan firasat buruk sebelum keberangkatan.

"Sebenarnya ada firasat buruk. Suami saya sempat bercerita bahwa ada kecelakaan bus di daerah Toba kemarin. Dia merasa khawatir jika saya berangkat. Saya bilang tidak apa-apa, ternyata kejadiannya malah seperti ini," ungkap Julinar saat ditemui di RS Grandmed Lubuk Pakam, Senin (11/5/2026).

Julinar menjelaskan bahwa saat insiden terjadi, ia sedang beristirahat di dalam bus namun tidak dalam kondisi tidur pulas. Ia tidak mengetahui secara pasti detik-detik benturan tersebut.

"Saya tidak tahu persis kejadiannya. Tiba-tiba saja bus sudah terguling dan masuk ke dalam jurang," jelasnya.

Bagi Julinar, keberhasilannya selamat dari kecelakaan maut tersebut merupakan mukjizat dari Allah SWT melalui pertolongan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang berada di lokasi.

"Saat itu saya masih sadar, namun kondisi tubuh sudah tidak berdaya. Petugas Dishub yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi saya keluar dari bus," kata Julinar.

Ia menuturkan bahwa perjalanannya kali ini bertujuan untuk mengikuti ujian manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Julinar yang berasal dari Kabupaten Labuhanbatu tersebut terpaksa membatalkan rencananya karena musibah ini.

Atas kejadian tersebut, Julinar menitipkan pesan kepada seluruh sopir bus agar lebih mengutamakan keselamatan penumpang daripada sekadar mengejar setoran.

"Kami berharap para pengemudi lebih berhati-hati di jalan. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama," harapnya.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam, Emra Sofian Sinaga, menyampaikan bahwa terdapat empat penumpang Bus Halmahera yang dirujuk ke rumah sakit tersebut.

"Tiga orang masih menjalani perawatan di sini dengan kondisi luka ringan. Kami menyarankan penanganan lebih lanjut ke dokter neurologi (saraf) dan dokter spesialis tulang. Sedangkan satu orang lainnya sudah diperbolehkan pulang," pungkas Sofian.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut