get app
inews
Aa Text
Read Next : Bobby Nasution Temui Keluarga Korban Bus ALS, Janji Bantu Pemulangan

Bobby Nasution Warning Pengusaha Otobus: Manifest Penumpang Itu Kunci, Bukan Formalitas

Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:56 WIB
header img
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memberikan pernyataan tegas terkait standar keselamatan transportasi publik di Sumatera Utara. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memberikan pernyataan tegas terkait standar keselamatan transportasi publik di Sumatera Utara. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi Kantor Pusat PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja, Medan pada Kamis (7/5/2026) menyusul tragedi kecelakaan maut Bus ALS di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Dalam pertemuan yang dihadiri direksi PT ALS, Organda, dan Jasa Raharja tersebut, Bobby menekankan bahwa insiden ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh, terutama pada dua aspek krusial: sistem kontrol kendaraan dan pendataan manifest penumpang.

Bobby menyoroti pentingnya akurasi daftar penumpang (manifest) dalam setiap perjalanan. Menurutnya, kendala identifikasi yang sering terjadi saat kecelakaan berakar dari sistem pendataan yang tidak tertib.

"Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik perusahaan otobus (PO) maupun pemerintah daerah. Manifest penumpang sangat penting. Jangan dianggap remeh, karena ini kunci utama untuk memudahkan identifikasi korban dan percepatan penanganan saat terjadi musibah," tegas Bobby di hadapan manajemen PT ALS.

Ia menambahkan bahwa tanpa manifest yang jelas, proses pemberian hak-hak korban seperti santunan dan pengurusan jenazah akan terhambat, yang pada akhirnya menambah beban psikologis bagi keluarga korban.

Selain manifest, Gubernur juga menginstruksikan adanya evaluasi ketat terhadap kontrol kendaraan secara berkala. Bobby menyempatkan diri menaiki salah satu bus rute Medan - Yogyakarta untuk berdialog langsung dengan sopir dan penumpang guna memastikan prosedur keselamatan dijalankan.

"Keselamatan penumpang adalah prioritas tertinggi. Perusahaan otobus harus memastikan setiap armada yang berangkat dalam kondisi prima, dan para pengemudi wajib mematuhi aturan lalu lintas tanpa kompromi," ujarnya.

Meski fokus pada evaluasi sistem, Bobby memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir sepenuhnya dalam penanganan dampak kecelakaan yang merenggut 16 nyawa tersebut. Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel untuk proses evakuasi dan pemulangan jenazah, baik bagi korban warga Sumut maupun luar daerah.

Di lokasi yang sama, Kepala Kanwil Jasa Raharja Sumut, Nasjwin Andi Nurdin, menyatakan dukungannya terhadap penegasan Gubernur mengenai manifest. Ia mengakui bahwa identifikasi saat ini membutuhkan waktu lebih lama karena beberapa korban mengalami luka bakar, sehingga data manifest yang akurat sangat dibutuhkan untuk sinkronisasi data ahli waris.

Menanggapi instruksi tersebut, Direktur PT ALS Chandra Lubis menyatakan komitmen perusahaan untuk bertanggung jawab penuh kepada keluarga korban dan akan melakukan perbaikan internal sesuai arahan Gubernur guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Editor : Chris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut