Ribuan Kopdes Merah Putih di Sumut Sudah Berdiri, Target Operasional Bulan Agustus
MEDAN, iNewsMedan.id- Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) di Sumatera Utara terus dikebut. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, menyebut pembangunan fisik masih berlangsung di banyak daerah, meski belum sepenuhnya mulus.
“Kalau yang saya kunjungi, pembangunan tetap jalan. Memang ada kendala, salah satunya soal lahan, tapi itu tidak menghentikan proses,” kata Panel Barus usia memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Kamis, 30 April 2026.
Ia mengaku sudah meninjau langsung sejumlah wilayah seperti Langkat, Karo, Dairi, Batubara hingga Deliserdang. Di Medan sendiri, pembangunan juga masih berjalan.
Panel memaparkan, secara nasional progres Kopdes sudah masuk tahap lanjutan. Dari total yang dibangun, lebih dari 35 ribu unit masih dalam proses, sementara yang sudah selesai mendekati 7 ribu unit.
“Yang sedang dibangun sekarang sudah 35 ribu lebih. Kalau yang sudah jadi, mungkin sudah hampir 7 ribu di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Di Sumut, jumlah desa dan kelurahan mencapai lebih dari 6.000 titik yang ikut dalam program ini. Pemerintah menargetkan sebagian besar sudah bisa mulai beroperasi pada Agustus 2026.
“Harapan Bapak Presiden, Agustus nanti 30 ribu sudah bisa jalan bisnisnya, jadi dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Menurut Panel, Kopdes didorong untuk menjawab persoalan nyata di desa. Mulai dari mahalnya harga kebutuhan pokok, sulitnya akses modal, hingga rendahnya harga jual hasil panen. “Dengan koperasi, sembako bisa lebih murah. Petani juga tidak lagi tergantung tengkulak karena koperasi bisa jadi off-taker,” ucapnya.
Ia menegaskan, fokus awal Kopdes Merah Putih bukan mengejar angka pertumbuhan ekonomi tinggi, melainkan menyelesaikan persoalan dasar masyarakat desa. “Kita jangan ngomong pertumbuhan dulu. Bereskan dulu kemiskinan di desa, tingkatkan daya beli. Kalau itu naik, konsumsi ikut naik, baru ekonomi bergerak,” tegasnya.
Dalam kuliah umum bertema Membangun Koperasi, Membangun Desa Makmur Bebas dari Kemiskinan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Panel juga menyinggung pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal program tersebut. “Saya ingin apa yang jadi pikiran Presiden, itu juga jadi pikiran mahasiswa. Kalau sama, perubahan bisa lebih cepat,” katanya.
Ia juga menyebut pemerintah tengah menyiapkan 30 ribu kader untuk mengisi posisi manajer koperasi desa saat masuk tahap operasional.
Editor : Ismail