Railink Ekspansi Bisnis MOSS, Garap 50 Proyek Perkeretaapian di 2025
JAKARTA, iNewsMedan.id - PT Railink, selaku operator kereta bandara di Medan dan Yogyakarta, kini memiliki dua inti bisnis utama, yakni layanan angkutan penumpang serta bisnis Maintenance, Operations, Spare Parts, and Services (MOSS).
Sejak tahun 2021, PT Railink terus memperkuat perannya dalam industri perkeretaapian nasional melalui pengembangan lini bisnis baru yang mencakup perawatan, operasional, suku cadang, dan jasa.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan ekosistem perkeretaapian yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai operator yang berpengalaman dalam mengelola layanan transportasi berbasis rel, PT Railink melihat peluang besar untuk memperluas kapabilitas bisnis ke sektor pendukung operasional.
Pengembangan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah perusahaan sekaligus mendukung kebutuhan industri yang semakin kompleks.
Sepanjang tahun 2025, melalui unit bisnis MOSS, PT Railink telah mengerjakan total 50 proyek industri perkeretaapian dalam negeri. Pekerjaan tersebut meliputi pemeliharaan overhead crane, pengadaan suku cadang, penggantian kain kursi KRL, pemasangan mesin press roda, hingga berbagai pekerjaan teknis lainnya.
Hingga saat ini, lebih dari 20 mitra dari dalam dan luar negeri telah menjalin kerja sama dengan PT Railink.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam menjawab tantangan masa depan.
"Pengembangan bisnis maintenance, operations, spare part, dan services merupakan komitmen kami untuk tidak hanya menjadi operator, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan industri perkeretaapian nasional. Kami ingin menghadirkan solusi end-to-end yang andal, efisien, dan berstandar tinggi," ujarnya.
Dalam implementasinya, PT Railink akan fokus pada penyediaan layanan perawatan sarana kereta api dengan standar keselamatan tinggi, pengelolaan rantai pasok suku cadang yang berkualitas, serta pengembangan layanan tambahan guna meningkatkan performa pengguna jasa.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mendorong kemandirian industri transportasi nasional serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Dengan memperkuat sektor pendukung, PT Railink diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal sekaligus meningkatkan daya saing industri perkeretaapian Indonesia di tingkat global.
Ke depan, PT Railink akan terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pengembangan bisnis berjalan optimal.
Melalui langkah ini, perusahaan menegaskan komitmennya sebagai penyedia solusi perkeretaapian terintegrasi yang fokus pada penguatan ekosistem industri secara menyeluruh.
Editor : Jafar Sembiring