get app
inews
Aa Text
Read Next : Raih Bintang 5, Tol Sinaksak-Simpang Panei Siap Pangkas Waktu ke Danau Toba

Niat Rekreasi Berujung Duka: Mahasiswa UNIKA Medan Hilang di Air Terjun Situmurun

Senin, 13 April 2026 | 16:30 WIB
header img
Tim SAR melakukan pencarian korban tenggelam di Air Terjun Situmurun, Kabupaten Toba, pada Sabtu, (11/4/2026). Foto: Istimewa

TOBA, iNewsMedan.id – Nasib malang menimpa Cristoper Rustam Muda Dua (21), mahasiswa semester 2 Universitas Katolik Santo Thomas (UNIKA ST) Medan asal Batam. 

Ia dikabarkan tenggelam di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, pada Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 13.45 WIB. 

Hingga saat ini, korban belum ditemukan meski Tim SAR telah melakukan pencarian intensif.

Kapolres Toba, AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., melalui Plt. Kasi Humas, Ipda Khairuddin, menerangkan bahwa kejadian bermula ketika rombongan Mahasiswa Fakultas Filsafat UNIKA ST Medan yang berjumlah 60 orang melakukan rekreasi. 

Didampingi oleh Romo R.D. Ngadiono, mereka berangkat menuju lokasi menggunakan kapal penumpang KM Sibole-Bole 01 Silima Lombu sekitar pukul 12.00 WIB.

Ipda Khairuddin menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, para mahasiswa langsung berenang di sekitar jatuhan Air Terjun Situmurun. 

Namun, setelah sekitar 20 menit berselang, korban terlihat tertinggal dari rekan-rekannya. 

Sebelum tenggelam, korban sempat berteriak kepada teman-temannya bahwa kakinya mengalami kram.

Mendengar teriakan korban, Mario Wira Surbakti (21) bersama dua rekan lainnya, Patulosa Ndururu (21) dan Julhendro Gultom (21), bergegas mengambil pelampung dari kapal dan berenang menghampiri korban. 

"Namun, korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air," ungkap Khairuddin kepada media, Minggu (12/4/2026).

Setelah menerima laporan tersebut, pihak Polsek Lumbanjulu bersama Basarnas Ajibata segera meluncur ke lokasi kejadian.

Tim gabungan langsung melakukan penyisiran di permukaan air Danau Toba. Meski demikian, proses pencarian menghadapi kendala teknis.

"Penyelaman terkendala oleh kondisi air Danau Toba yang keruh, sehingga jarak pandang di dasar air sangat terbatas," tambah Khairuddin.

Tim penyelam Basarnas sempat melakukan penyelaman kembali pada Sabtu sore pukul 15.40 WIB, tetapi hasilnya masih nihil. Pencarian pun dilanjutkan kembali pada hari Minggu, 12 April 2026.

Diketahui, korban dan rekan-rekannya mengunjungi Air Terjun Situmurun setelah menyelesaikan kegiatan Rekoleksi Frater di Silima Lombu, Samosir. 

Berdasarkan keterangan para saksi, diduga kuat korban mengalami kelelahan dan kram otot saat sedang berenang.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut